Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Saat ekonomi tidak menentu tentu harus bijak dalam mengatur keuangan. Anda perlu penting mulai memilah dan mempertimbangkan mana yang benar-benar kebutuhan, dan mana yang cuma keinginan sesaat.
Investor legendaris, Warren Buffett, yang juga salah satu orang terkaya di dunia, memberikan nasihat bagi siapa saja yang ingin mengelola keuangan pribadi lebih baik. Termasuk panduan sederhana bagi kelas menengah.
Buffett mengingatkan agar fokus pada kebutuhan dibandingkan keinginan. Terutama bagi kelas menengah yang sering kali terjebak dalam pola konsumsi berlebihan.
Berikut adalah 5 barang yang sebaiknya jangan dibeli oleh kelas menengah :
Mobil baru dapat turun nilainya hingga 20% pada tahun pertama, dan nilai aset ini akan terus turun hingga 60% selama lima tahun pertama. Dalam hal ini, membeli mobil bekas dengan kondisi baik adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal.
Karena hal inilah, menurut Buffett, berlangganan layanan yang tidak digunakan secara maksimal adalah kebiasaan lain yang perlu dihindari. Dalam hal ini termasuk berbagai layanan berlangganan lainnya seperti keanggotaan gym, tempat makan, dan lain sebagainya.
Kuncinya adalah meninjau kembali layanan langganan apa saja yang memang diperlukan dan dimanfaatkan dengan baik, kemudian menghilangkan langganan yang tidak memberikan keuntungan.
“Jika Anda membeli barang yang tidak Anda butuhkan, Anda akan segera harus menjual barang yang Anda butuhkan,” katanya.
Buffett sendiri memberi contoh dengan tinggal di rumah yang sama yang dibelinya di Omaha, Nebraska, pada 1958 seharga US$ 31.500 atau Rp 510,14 juta.
Pendekatannya terhadap kepemilikan rumah menekankan kepraktisan dan hidup sesuai kemampuan. Pindah ke rumah yang lebih besar sering kali meningkatkan pembayaran hipotek, pajak properti, dan biaya pemeliharaan serta utilitas yang jauh lebih besar.
Alih-alih menghemat pengeluaran, kondisi seperti ini menurut Buffett malah membuat orang harus mengganti barang lebih cepat dan akhirnya meningkatkan pengeluaran. Sehingga pendekatan ini sering kali lebih boros biaya dalam jangka panjang.
Filosofi ini berlaku untuk semua hal mulai dari pakaian hingga peralatan rumah tangga. Dengan memilih kualitas daripada kuantitas, ia berpendapat kelas menengah dapat mengurangi frekuensi penggantian dan menghemat uang dari waktu ke waktu.
“Perjudian dan tiket lotere adalah pajak bagi orang-orang yang tidak mengerti matematika,” kata Buffett.
Daya tarik menjadi kaya dengan cepat sering kali menggoda mereka yang memiliki pengetahuan keuangan terbatas. Namun, Buffett percaya uang yang dihabiskan untuk berjudi dapat diinvestasikan dengan lebih baik pada aset yang lebih mungkin menghasilkan keuntungan dari waktu ke waktu.