Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Menkeu Purbaya Bagi Tip Investasi mulai Rp 100.000 untuk Pelajar SMA

Share your love

Ekonomi – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terlihat sangat antusiasme saat mendapat pertanyaan dari seorang pelajar tentang cara mengelola keuangan dengan baik.

Dalam video yang viral di media sosial, dikutip Kamis (6/11/2025), Purbaya yang baru keluar dari sebuah ruangan acara tiba-tiba diteriaki sekelompok pelajar agar menghampiri mereka.

“Pak, ke sini dulu gak si pak,” kata seorang pelajar bernama Ahmad Ziat.

Purbaya yang langsung menghampiri kemudian diberondong pertanyaan terkait cara mengelola uang untuk pelajar. Purbaya memberikan sejumlah tip sederhana, tetapi penting agar pelajar bisa belajar menabung dan berinvestasi sejak dini.

“Makan secukupnya, uangnya ditabungin,” ujar Purbaya menanggapi pertanyaan Ahmad Ziat, seorang pelajar SMA yang juga bekerja sebagai freelancer.

Ahmad sempat mengaku sudah mencoba menabung dari hasil kerjanya. Menanggapi hal itu, Purbaya menyarankan agar uang yang berhasil disisihkan bisa mulai diarahkan untuk berinvestasi ringan, seperti di reksa dana.

“Kalau sudah cukup banyak, coba lihat pasar modal, mulai dari reksa dana dahulu. Kalau sudah kenal produknya, baru beli saham sedikit-sedikit, bertahap,” jelasnya.

Purbaya mencontohkan, dari tabungan sebesar Rp 10 juta, setengahnya bisa dialokasikan ke pasar modal sebagai langkah awal berinvestasi.

Saat Ahmad mengaku baru memiliki tabungan Rp 200.000, Purbaya tetap memberikan semangat.

“Rp 100.000 juga bisa kok buat mulai investasi saham, tetapi sebaiknya beli reksa dana dahulu biar ngerti. Kalau belum paham, nanti bisa rugi main saham, apalagi kalau sampai beli saham gorengan,” pesannya sambil tersenyum.

Sebagai informasi, reksa dana adalah salah satu pilihan investasi yang cocok bagi masyarakat, terutama bagi investor pemula atau mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian dalam mengelola risiko investasi. Secara sederhana, reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat, yang kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen investasi.

BeritaSatu

Share via
Copy link