Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Aktivitas “Scrolling” di TikTok Bernilai Ekonomi Miliaran Rupiah

Share your love

Digital – Aktivitas sederhana seperti menonton video di TikTok ternyata memiliki nilai ekonomi besar, mencapai miliaran rupiah. Temuan ini terungkap dalam riset terbaru Universitas Pelita Harapan (UPH) bertajuk “The Role of TikTok in Creating a Global Cultural Production Network.”

Penelitian tersebut mendefinisikan TikTok bukan sekadar platform hiburan, tetapi sebagai Global Cultural Production Network (GCPN), sebuah sistem produksi budaya global yang memadukan kreativitas pengguna, algoritma, dan kepentingan perusahaan.

“TikTok adalah mesin produksi yang mengubah kreativitas dan atensi penggunanya menjadi kekayaan global,” ungkap Grace Lin, peneliti utama dari UPH dalam rilisnya, Sabtu (8/11/2025).

Temuan paling menarik dari studi ini adalah pandangan bahwa pengguna TikTok secara tidak sadar bertindak sebagai tenaga kerja digital.

Semua interaksi pengguna, mulai dari video yang diunggah, like, komentar, hingga durasi menonton, menjadi sumber data bernilai tinggi bagi perusahaan. “Aktivitas membuat konten yang terasa menyenangkan dan menghibur di TikTok sebenarnya adalah bentuk kerja digital tidak berbayar yang menghasilkan nilai ekonomi bagi TikTok dan mitra bisnisnya,” ujar Grace.

Ia menambahkan, partisipasi sosial dan hiburan pengguna justru menjadi komoditas. “Perusahaan mengonversinya menjadi pendapatan. Maka, partisipasi pengguna dapat dikategorikan sebagai bentuk kerja digital terselubung,” kata dia.

Kompas

Share via
Copy link