Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bisakah MBG Rp7 Triliun Jadi Katalis Ekonomi Aceh?

Share your love

Nasional – Program MBG, dengan anggaran fantastisnya, seharusnya menjadi momentum untuk membalikkan keadaan. Namun, gelontoran dana saja tidak cukup. Penguasa Aceh perlu strategi yang lebih komprehensif, yang menyentuh akar permasalahan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan strategi komprehensif, melibatkan seluruh elemen masyarakat, MBG bukan hanya akan meningkatkan gizi anak, tetapi juga menjadi lokomotif penggerak ekonomi.

Anggaran Rp7 triliun yang dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh pada tahun 2026, bak oase di tengah gurun pasir. Ia menjanjikan harapan baru bagi peningkatan gizi anak-anak sekaligus penguatan ekonomi daerah. Namun, janji ini bisa sirna jika tak dikelola dengan arif dan bijaksana.

Saat ini, ironi masih mencengkeram bumi Serambi Mekkah. Di satu sisi, Aceh memiliki potensi lahan subur dan laut kaya. Di sisi lain, diperkirakan 70% kebutuhan pangan harian daerah ini masih bergantung pada pasokan dari provinsi tetangga. Fakta ini, pernah diungkapkan Zubir Marzuki, praktisi perdagangan pangan Aceh. Ketergantungan ini tentu menjadi tamparan keras bagi Aceh

Share via
Copy link