Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Siapkan Capex Rp129 Miliar – Depo Bangunan Buka Tiga Gerai Baru di 2026

Share your love

Nasional – Danai ekspansi bisnisnya untuk membua tiga gerai baru, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO) menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp129 miliar pada 2026. “Kami optimistis 2026 pendapatan DEPO akan lebih baik dan naik menjadi lebih dari Rp3 triliun dengan laba bersih lebih stabil, sesuai memenuhi permintaan pasar,”kata Presiden Direktur DEPO, Kambiyanto Kettin di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, belanja modal sebesar Rp129 miliar atau sekitar 89% akan digunakan untuk membuka tiga gerai baru yakni di Palembang, Samarinda, dan Bali. Sementara sisanya untuk support operasional dan dana capex sebagian besar berasal dari pinjaman bank.

Saat ini, DEPO sendiri memiliki 17 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun, pada tahun ini, DEPO sendiri menganggarkan capex sebesar Rp118 miliar, di mana 48% untuk tanah dan bangunan, 41% konstruksi, serta 11% support operasional. Tahun ini, DEPO sendiri berekspansi menambah satu gerai di Pekanbaru.

Di kuartal tiga 2025, DEPO mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 11,2% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp50 miliar, dibandingkan Rp57 miliar per kuartal III/2024. Namun, perseroan memproyeksikan marjin laba bersih akan tetap stabil hingga akhir 2025.

Meskipun, penjualan bersih naik 4,1% YoY menjadi Rp2,1 triliun per kuartal III/2025, dibandingkan Rp2,02 triliun per kuartal III/2024. DEPO membukukan laba kotor Rp 417,03 miliar, tumbuh 7,2%, dengan marjin kotor meningkat menjadi 19,8%.

Selain itu, DEPO meningkatkan profitabilitas melalui penguatan produk house brand, diversifikasi pengadaan, kenaikan rebate dan sales support sebesar 0,2% YoY, serta pendapatan lain-lain yang tumbuh 39% YoY. Per September 2025, total aset DEPO mencapai Rp2,291 triliun, sementara ekuitas meningkat 4,8% YoY menjadi Rp 1,331 triliun.

Belanja modal 2025 diproyeksikan sebesar Rp 118 miliar yang dialokasikan untuk ekspansi gerai dan penguatan infrastruktur operasional. Dengan strategi operasional yang semakin solid, modernisasi sistem, dan percepatan digitalisasi, DEPO menegaskan siap memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif pada 2026.

Menurut Wakil Direktur Utama DEPO, Henriyanto Komala, pada 2025 kondisi ekonomi sedang tidak baik, di mana penjualan properti terkontraksi sehingga memengaruhi kinerja bisnis DEPO.“Kami harap 2026 situasi akan menjadi lebih baik karena pemerintah sudah mengeluarkan likuiditas ke pasar. Begitu likuiditas diberikan harusnya ini menimbulkan multiplier effect dengan kemampuan konsumen berbelanja termasuk belanja properti naik. Jadi kami optimistis itu akan berdampak positif,” kata Henriyanto.

Direktur Caturkarda Depo Bangunan, Caroline Kettin seperti dikutip Kontan pernah bilang, strategi tahun 2026 akan tetap berimbang dan terbuka untuk ekspansi namun tetap menekankan optimalisasi profitabilitas. Adapun fokus bisnis tahun depan mencakup pembukaan beberapa gerai fisik baru, pengembangan variasi produk, hingga peningkatan penjualan omnichannel.

Share via
Copy link