Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Danantara dan Arah Baru Pembangunan Desa: Ekonomi Besar yang Menyentuh Rakyat

Share your love

Nasional – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kebijakan ekonomi nasional tidak hanya berbicara soal angka pertumbuhan, tetapi harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Stabilitas ekonomi yang terjaga, dengan inflasi sekitar 2 persen dan pertumbuhan di atas 5 persen, menjadi fondasi penting agar rakyat dapat hidup lebih tenang dan sejahtera.

Dalam berbagai forum internasional, termasuk World Economic Forum (WEF), Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa perdamaian, stabilitas, dan kredibilitas fiskal merupakan aset utama pembangunan ekonomi Indonesia. Prinsip tersebut menjadi dasar lahirnya strategi besar pengelolaan ekonomi nasional.

Salah satu langkah strategis pemerintah adalah pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara Indonesia, yang dijadwalkan beroperasi penuh pada Februari 2025. Danantara dirancang sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengelolaan dan investasi aset negara secara profesional dan berstandar global.

Melalui restrukturisasi BUMN, jumlah perusahaan negara yang sebelumnya mencapai sekitar 1.440 entitas akan disederhanakan menjadi sekitar 300 perusahaan strategis. Langkah ini bertujuan menciptakan efisiensi, memperkuat sinergi, serta mengarahkan investasi pada industri masa depan. Danantara ditargetkan mengelola aset hingga USD 1 triliun dan menjadi pusat kemitraan global Indonesia.

Efisiensi anggaran di tingkat pusat tersebut kemudian diarahkan langsung untuk memperkuat ekonomi rakyat, terutama di desa-desa. Pemerintah memprioritaskan modernisasi desa nelayan dengan target pembangunan 1.000 desa pada tahap awal dan 5.000 desa secara nasional. Program ini mencakup penyediaan pabrik es dan pasokan energi yang stabil guna meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.

Selain itu, penghematan anggaran sebesar USD 18 miliar dialokasikan untuk membangun 83.000 koperasi desa sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Setiap desa akan diperkuat dengan infrastruktur pendukung seperti gudang, cold storage, mini market, dan apotek desa.

Pembangunan manusia juga menjadi fokus utama. Pemerintah menyiapkan layanan kesehatan gratis bagi 70 juta warga, program makanan bergizi gratis dengan target 82,9 juta porsi per hari, serta digitalisasi 288.000 ruang kelas dalam tiga tahun guna memperluas akses pendidikan berkualitas.

Untuk menjaga keberlanjutan, pemerintah memperkuat penegakan hukum melalui penertiban lahan dan tambang ilegal, pencabutan izin usaha bermasalah, serta penyederhanaan regulasi guna menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi yang sehat.

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar pengelolaan dana besar, melainkan bagian dari desain besar pembangunan nasional. Dari pusat hingga desa, ekonomi Indonesia diarahkan agar tumbuh kuat, adil, dan merata.

Dengan stabilitas, kepastian hukum, dan investasi berkelanjutan pada rakyat, Indonesia kini bergerak dari sekadar potensi menuju tanah peluang yang nyata bagi seluruh masyarakat.

Share via
Copy link