Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Target Pertumbuhan Bisnis 10% – Indonesia Paradise Propety Siapkan Capex Rp400 Miliar

Share your love

Ekonomi – Meski menargetkan pertumbuhan bisnis konservatif di tahun 2026, emiten properti dan perhotelan PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 400 miliar. “Kalau dibandingkan tahun lalu, capex memang terlihat lebih kecil karena Antasari sudah selesai.

Tahun ini kami fokus pada penyelesaian Semarang dan mulai menjalankan proyek Balikpapan,”kata Direktur Keuangan, Surina di Jakarta, Jumat (30/1).

Disampaikannya, anggaran tersebut akan difokuskan untuk ekspansi aset serta penyelesaian proyek strategis, seiring rampungnya sejumlah pembangunan besar yang dikerjakan perseroan dalam dua tahun terakhir.

Secara nilai capex tahun 2026 relatif lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini lantaran beberapa proyek besar, seperti Antasari Place, telah selesai dibangun, sementara proyek 23 Semarang Mall memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Selain penyelesaian 23 Semarang Mall, INPP juga mulai menggarap proyek 88 Plaza Balikpapan, yang detail pengembangannya akan disampaikan lebih lanjut oleh manajemen. Secara keseluruhan, Surina menyebut kebutuhan capex INPP pada 2026 berada di kisaran Rp500 miliar-Rp600 miliar, dengan alokasi yang lebih selektif.

Dari sisi komposisi, 78% capex diarahkan untuk ekspansi, sementara 22% dialokasikan untuk kebutuhan operasional. Secara sektoral, penggunaan capex terdiri dari 69% untuk segmen komersial, 10% untuk perhotelan, dan 21% untuk penjualan properti, yang terutama berasal dari sisa unit Antasari Place yang kini tinggal di bawah 10% dari total unit.“Untuk perhotelan, capex lebih banyak untuk renovasi. Sedangkan penjualan properti berasal dari sisa unit yang ada,” jelas Surina.

Pendanaan capex 2026 berasal dari kombinasi 70% kredit perbankan dan 30% dana internal. Presiden Direktur INPP Anthony P. Susilo menegaskan, peningkatan kualitas dan intensifikasi aset menjadi prioritas utama perseroan ke depan.“Di 2026 akan banyak improvement, dan capex kami intensifkan untuk meningkatkan kualitas aset agar mendorong recurring revenue,” kata Anthony.

Dengan penyelesaian proyek berjalan, INPP menargetkan recurring revenue mencapai 76% dari total pendapatan pada 2026. Perusahaan ini juga membidik pertumbuhan pendapatan 5%–10% secara tahunan. Surina menambahkan, kinerja keuangan 2025 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan pendapatan mencapai Rp 1,3 triliun, melampaui target awal dan tumbuh double digit.

Untuk 2026, kontribusi pendapatan diproyeksikan berasal dari segmen komersial dan perhotelan masing-masing 38%, sementara penjualan properti menyumbang sekitar 24%.

Share via
Copy link