Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Kampus akan menjadi rumah baru bagi gerakan koperasi. Kementerian Koperasi (Kemenkop) sedang melakukan road show Koperasi Goes To Campus: Level Up Literasi Koperasi Generasi Muda. Road show ini dilakukan karena koperasi akan menjadi bagian masa depan mahasiswa dan generasi muda Indonesia. Melalui peningkatan pemahaman mahasiswa tentang koperasi diharapkan kampus dapat menjadi rumah baru bagi gerakan Koperasi Indonesia.
“Kampus adalah tempat lahirnya gagasan, tempat tumbuhnya kepemimpinan, dan tempat ditempanya karakter bangsa. Di sinilah masa depan Indonesia sedang dibentuk, termasuk masa depan koperasi kita,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari saat melakukan road show ke kampus Universitas PGRI Wiranegara, di Pasuruan, Jawa Timur.
Ia menegaskan ruang kesempatan untuk membangun koperasi di Indonesia semakin luas seiring dengan kebijakan Presiden yang memprioritaskan pengembangan koperasi, bahkan dengan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diseluruh Indonesia. Koperasi akan menjadi alat pemerataan ekonomi dan pendapatan masyarakat serta mencapai tujuan sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Ke depan koperasi akan menjadi alat untuk tumbuhnya industrialisasi mulai dari desa, terjadinya hilirisasi lewat koperasi serta swasembada pangan. Oleh karena itu, Destry mendorong kampus menjadi laboratorium sosial, di mana nilai-nilai koperasi dipraktikkan, gotong royong, kebersamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Selanjutnya, mahasiswa dapat mengelola, mengembangkan bahkan memimpin koperasi.
“Saya ingin menyampaikan pesan yang sangat jelas dan tegas hari ini: Anak muda, jangan ragu untuk menjadi anggota koperasi. Jangan ragu untuk berkarya di koperasi dan jangan ragu untuk berkarier di koperasi. Koperasi adalah ruang strategis untuk membangun masa depan, bagi diri kalian, bagi masyarakat, dan bagi bangsa Indonesia,” tegas Destry.
Destry mengemukakan sudah banyak contoh koperasi yang dikelola anak muda tumbuh menjadi koperasi yang berhasil. Caranya dengan mengenali potensi ekonomi anggotanya. Contohnya, koperasi yang bergerak di bidang industri kreatif, yakni Kinarya Coop, yang di mana mempunyai target memberikan SHU kepada anggotanya senilai UMR kota Solo. Kinarya Coop bergerak di bidang perfilman sebagai lokomotif unit usaha pariwisata, agribisnis, dan pengolahan sampah. Pelaku utama penggerak koperasi Kinarya Coop adalah para gen Z.
Destry juga mendorong koperasi mahasiswa dapat jeli melihat peluang bisnis yang sebenarnya ada di lingkungan kampus. Mulai dari membuat jaket mahasiswa, jilbab, sepatu dan berbagai peluang lainnya.
“Bisnis akan berputar jika koperasi memenuhi kebutuhan anggotanya. Koperasi mahasiswa diharapkan menjadi tempat latihan bagi mahasiswa untuk berkoperasi,” ucap Destry.
Sementara itu, Walikota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan koperasi jadi bagian local wisdom, yang menguatkan semangat kegotong-royongan. Hal ini sejalan dengan semangat nasional untuk mendorong perekonomian langsung dirasakan masyarakat.
“Kami atas nama pemerintah kota Pasuruan, hari ini berikhtiar untuk menguatkan dan mengembangkan koperasi menjadi jati diri ekonomi nasional,” kata Adi.
Adi mengatakan kegiatan Koperasi Goes to Campus dapat meningkatkan literasi tentang koperasi dari sisi value, sehingga terbentuk calon penggerak koperasi yang profesional dan berkelanjutan. Selain itu, menumbuh-kembangkan semangat koperasi di kalangan generasi muda.
Sedangkan Rektor Universitas PGRI Wiranegara Mochammad Taufik mengatakan sebagai dosen yang berlatar pendidikan ilmu koperasi, ia menegaskan koperasi merupakan lembaga usaha yang hebat. Koperasi dapat tumbuh bersaing dengan usaha lainnya.
Menurutnya, meski saat ini kontribusi PDB koperasi masih rendah sekitar 5-6 persen, ia yakin dengan kehadiran generasi muda bergabung dalam koperasi, maka PDB tersebut akan dapat meningkat hingga 10 persen.
Lebih dari itu, di Bilelando koperasi bukan hanya tempat belanja atau transaksi. Ia telah menjadi simbol harapan baru, bahwa dengan kerja sama, transparansi, dan dukungan penuh dari pemerintah, pembangunan ekonomi kerakyatan bisa benar-benar diwujudkan.
Di Bilelando sebuah gerakan ekonomi masyarakat kini tumbuh nyata. Desa yang selama ini bertumpu pada pertanian dan nelayan itu melahirkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah Bilelando, Praya Timur, Lombok Tengah. Sebuah gerakan negara yang hadir untuk memperkuat ekonomi warga yang berpihak pada kebutuhan masyarakat desa. Langkah besar ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa.