Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Pemerintah mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk tidak lagi bermain di zona nyaman khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa koperasi harus mulai melirik sektor energi, pangan, hingga infrastruktur sebagai ladang pengabdian sekaligus bisnis yang menjanjikan.
“Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,” ujar Ferry.
Ferry menambahkan, sebagai koperasi yang berbasis di lingkungan pelabuhan, Kopelindo memiliki posisi tawar yang kuat untuk memperbesar skala bisnis di rantai pasok global. Pemerintah siap memberikan dukungan regulasi agar hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor padat modal dapat diminimalisir.
Selain soal ekspansi sektor, Ferry juga menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi Kopelindo yang terus konsisten melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut kecepatan digital. “Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,” imbuhnya.
Ferry juga menambahkan bahwa Rapat Anggota Tahunan menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis koperasi. Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia mencatat aset mencapai sekitar Rp800 miliar dan SHU sekitar Rp20 miliar, dengan tren kinerja yang terus tumbuh dan jumlah anggota yang meningkat. “Ke depan, koperasi perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital, sekaligus mendorong partisipasi anggota dan kolaborasi,” ucap Ferry.
Ferry juga berharap Kopelindo dapat bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperluas manfaat dan memperkuat ekonomi bersama.
Di akhir arahannya, Ferry berharap langkah berani Kopelindo nantinya dapat menjadi pemicu bagi koperasi lain di Indonesia untuk melakukan langkah serupa. Dengan masuknya koperasi ke sektor strategis, diharapkan distribusi kekayaan tidak hanya berputar di segelintir pihak, melainkan kembali ke anggota dan masyarakat luas.
“Jika koperasi sudah masuk ke sektor strategis, maka kita benar-benar sedang membangun demokrasi ekonomi yang sesungguhnya,” jelas Ferry.
Sebelumnya Ferry juga pernah mengungkapkan bahwa semua pihak harus bisa menjadi motor penggerak perubahan, mengawal transformasi koperasi menuju digitalisasi, memperkuat tata kelola, dan memperluas jejaring usaha.
“Kita ingin koperasi tidak hanya hadir di pinggiran ekonomi, tetapi berdiri sejajar dengan pelaku usaha besar dan menjadi bagian integral dari rantai pasok nasional, bahkan global,” kata Ferry.
Lebih lanjut, Ferry mengakui, dalam mengembalikan peran strategis koperasi sebagai badan usaha yang diamanatkan dalam konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 menghadapi tantangan besar. Kini di era Presiden Prabowo Subianto kini berkomitmen, mengembalikan ‘khitah’ ekonomi nasional sesuai dengan konstitusi, di mana Pemerintah hadir dan aktif mengatur pasar.
Sementara itu, Kopelindo mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun buku 2025. Dalam catatannya, pengurus melaporkan keberhasilan pencapaian target utama yang dibarengi dengan transformasi besar-besaran menjadi koperasi modern.
Plh Ketua Kopelindo, Rudy Herdiyanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia menyebut tahun 2025 sebagai fondasi kuat sebelum koperasi melakukan lompatan besar di tahun-tahun mendatang.
Rudy memaparkan bahwa Kopelindo berhasil mencapai berbagai target strategis, mulai dari peningkatan akses anggota hingga pertumbuhan Sisa Hasil Usaha (SHU). Tidak hanya soal angka, Kopelindo juga telah memperluas wilayah kerja dan melakukan migrasi sistem ke arah digital.
“Tahun 2025, Kopelindo berhasil mencapai target utama, mulai dari peningkatan akses, peningkatan SHU, perluasan wilayah kerja, dan kita sudah bertransformasi digital menjadi koperasi modern,” ujar Rudy.