Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Transformasi Digital Pilar Utama Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Share your love

Digital – Kemajuan pesat di bidang 5G dan AI mendorong transformasi digital Indonesia memasuki fase krusial. Sinergi antara keduanya telah menjadi fasilitator utama untuk mempercepat digitalisasi dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. 5G dalam konteks ini berperan sebagai infrastruktur kunci dengan konektivitas ultra-cepat, latensi rendah, dan kapasitas besar.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto menegaskan bahwa transformasi digital merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Transformasi digital juga membutuhkan kerangka kebijakan dan regulasi yang adaptif. Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga tata kelola, tapi juga mendorong inovasi dan investasi.

Arah kebijakan Komdigi mencakup percepatan pengembangan teknologi melalui optimalisasi spektrum, penyusunan tata kelola yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, penguatan perlindungan data pribadi, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan infrastruktur digital,” jelas Wayan di Jakarta, Rabu (29/4).

Sementara President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby menambahkan, 5G akan menjadi fondasi digital yang krusial bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, sekaligus infrastruktur strategis yang memungkinkan teknologi AI berkembang dalam skala besar.” Di Indonesia, 5G diproyeksikan berkontribusi hingga US$41 miliar terhadap PDB nasional pada periode 2024 hingga 2030 melalui berbagai inovasi yang lahir dari platform ini. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, mempercepat penggelaran jaringan 5G Standalone (SA) menjadi langkah penting untuk mendukung lonjakan penggunaan data seluler dan muatan kerja AI yang terus bertumbuh pada berbagai sektor industri,”ujarnya.

Menurut survei Ericsson ConsumerLab, meningkatnya adopsi AI turut mendorong kebutuhan akan jaringan yang andal dan konsisten. Hal ini menempatkan 5G dalam dua peran strategis: mengakomodasi lonjakan volume data dan kebutuhan uplink, serta menjadi infrastruktur kritikal nasional. Integrasi 5G dan AI membuka peluang inovasi di berbagai sektor seperti industri, kesehatan, pendidikan, dan layanan publik.

Share via
Copy link