Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Target tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan nasional yang menitikberatkan pada percepatan transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing global.
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan terus mengalami peningkatan secara bertahap, seiring dengan stabilitas makroekonomi, penguatan konsumsi domestik, serta peningkatan investasi. Pada 2025–2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap terjaga di kisaran 5 persen, sebelum meningkat lebih tinggi pada 2027.
Dalam kerangka tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai motor utama pertumbuhan. Strategi ini difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan nasional seperti mineral, energi, serta sektor pertanian dan kelautan, guna mendorong ekspor dan memperkuat struktur industri dalam negeri.
Selain hilirisasi, pemerintah juga mengandalkan percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor manufaktur, serta transformasi ekonomi digital sebagai pendorong utama pertumbuhan. Sektor ekonomi digital dinilai akan memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB), seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi di berbagai lini industri.
Dari sisi investasi, pemerintah menargetkan peningkatan realisasi penanaman modal baik dari dalam negeri maupun asing. Penyederhanaan regulasi, kemudahan berusaha, serta penguatan peran kawasan industri dan ekonomi khusus menjadi langkah strategis untuk menarik investor.
Tak hanya itu, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas utama. Pemerintah mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui program vokasi, pendidikan berbasis industri, serta pelatihan digital untuk menjawab kebutuhan pasar kerja masa depan.
Di tengah target ambisius tersebut, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, serta tensi geopolitik yang dapat memengaruhi stabilitas perdagangan internasional.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang adaptif, reformasi struktural, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 diharapkan dapat tercapai sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan.