Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami kelesuan meskipun muncul berbagai keluhan masyarakat terkait sulitnya mencari pekerjaan dan rendahnya tingkat inflasi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Purbaya, kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada dalam jalur pertumbuhan yang positif dan stabil. Ia menegaskan bahwa pemerintah melihat indikator makroekonomi Indonesia tetap menunjukkan performa yang solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Ini bukan optimisme berlebihan, tetapi berdasarkan perhitungan yang terukur,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan terkait prospek ekonomi nasional.
Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar 5,61 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi swasta, serta percepatan belanja pemerintah yang mulai berjalan agresif sejak awal tahun.
Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa masyarakat memang masih menghadapi tantangan di sektor ketenagakerjaan, khususnya akibat perubahan struktur industri dan percepatan otomatisasi digital. Menurutnya, fenomena sulitnya mencari pekerjaan tidak selalu mencerminkan pelemahan ekonomi secara keseluruhan, melainkan adanya transisi kebutuhan tenaga kerja menuju sektor yang lebih berbasis teknologi dan produktivitas tinggi.
Ia juga menilai inflasi yang rendah bukan berarti aktivitas ekonomi melemah. Pemerintah justru melihat stabilitas harga sebagai faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat konsumsi domestik dalam jangka panjang.
“Inflasi rendah saat ini lebih mencerminkan stabilitas pasokan dan pengendalian harga yang relatif baik,” katanya.
Pemerintah sendiri terus menggulirkan berbagai program stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, penguatan investasi, hingga perluasan program sosial dan konsumsi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah percepatan realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga April 2026, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp75 triliun untuk mendukung program tersebut yang menyasar puluhan juta penerima di berbagai daerah.
Selain menjaga pertumbuhan, pemerintah juga fokus mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui sektor manufaktur, ekonomi digital, energi, dan hilirisasi sumber daya alam. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan tingginya kebutuhan tenaga kerja produktif di tengah perubahan ekonomi global.
Purbaya optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan eksternal, termasuk perlambatan ekonomi dunia, gejolak geopolitik, dan volatilitas pasar global. Pemerintah menargetkan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga seiring peningkatan investasi dan konsumsi domestik sepanjang 2026.