Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Rupiah Terus Melemah, Purbaya Klaim Ekonomi Domestik Tetap Kuat

Share your love

Pemerintah – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mengklaim nilai tukar rupiah yang kian merosot tidak memberikan dampak signifikan kepada aktivitas ekonomi tanah air.

Ia menyatakan pemerintah telah mengantongi perhitungan terkait depresiasi rupiah yang terus terjadi. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2026 telah disiapkan untuk menjinakkan nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi.

“Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang,” urainya saat konferensi pers di kantor Danantara, Jakarta, Minggu (31/6/2026).

Menurut Purbaya, dengan menjaga ekonomi domestik, nilai tukar rupiah bakal menguat. Ia juga meyakini investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) serta investor asing lain bakal tertarik berinvestasi di Indonesia.

Purbaya turut menyinggung soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut berjalan lebih cepat dibandingkan negara lain. Di antara negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut berada di posisi kedua setelah India.

“Jadi, prospek ekonomi kita (RI) kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita,” ucapnya.

Ia menyatakan dari kondisi eksternal, Amerika Serikat (AS) berupaya berdamai dengan Iran. Dengan adanya upaya itu, ekonomi global dan Indonesia disebut akan ikut membaik.

“Artinya, gangguan-gangguan yang sampai batas tertentu menyebabkan pelemahan rupiah juga akan hilang. Itu berarti pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan rupiah yang lebih kuat pula,” tutup Purbaya.

Tirto.id

Share via
Copy link