Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, untuk membuka secara transparan data masuknya investasi asing ke Indonesia. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah menghadirkan informasi ekonomi yang utuh dan berbasis fakta kepada publik di tengah berbagai dinamika ekonomi global.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Jakarta. Pemerintah menilai berbagai capaian investasi yang berhasil diraih Indonesia perlu diketahui masyarakat secara lebih luas agar tidak terjadi kesenjangan informasi antara persepsi dan kondisi riil perekonomian nasional.
Keterbukaan data investasi dinilai penting karena menjadi salah satu indikator utama tingkat kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus menjadi tujuan investasi strategis di kawasan Asia Tenggara, terutama pada sektor hilirisasi mineral, energi terbarukan, infrastruktur, manufaktur berteknologi tinggi, hingga ekonomi digital.
Data pemerintah menunjukkan realisasi investasi pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Capaian tersebut juga berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 700 ribu lapangan kerja baru di berbagai daerah, memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Presiden Prabowo sebelumnya juga menegaskan pentingnya tata kelola investasi yang transparan dan akuntabel dalam pengelolaan Danantara. Pemerintah menempatkan lembaga tersebut sebagai instrumen strategis untuk memperkuat investasi nasional, mengoptimalkan aset negara, sekaligus menjadi mitra investasi jangka panjang bagi investor global.
Danantara sendiri semakin aktif membangun kemitraan internasional melalui berbagai forum ekonomi dunia. Pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Danantara memperkenalkan berbagai peluang investasi strategis Indonesia kepada investor institusional, sovereign wealth fund, dan pelaku usaha global. Fokus investasi diarahkan pada penguatan mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, kesehatan, infrastruktur digital, serta pengembangan industri masa depan yang memiliki nilai tambah tinggi.
Analis menilai langkah Presiden meminta publikasi data investasi asing merupakan sinyal positif bagi pasar. Transparansi yang lebih besar dapat meningkatkan kepercayaan investor, mengurangi spekulasi negatif, serta memperkuat kredibilitas pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
Di tengah persaingan global untuk menarik modal asing, Indonesia berupaya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional didukung oleh fundamental yang kuat, reformasi kebijakan yang berkelanjutan, serta komitmen terhadap tata kelola investasi yang profesional dan terbuka.
Dengan dibukanya data investasi asing secara lebih komprehensif, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai arah pembangunan ekonomi nasional, sekaligus memahami besarnya minat investor global terhadap berbagai proyek strategis yang tengah dikembangkan Indonesia.