Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bayar Obligasi Jatuh Tempo – Trimegah Sekuritas Siapkan Rp250,71 Miliar

Share your love

Ekonomi – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) siap melunasi kewajiban utangnya. Perseroan telah menyiapkan dana untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, nilai dana pelunasan tersebut mencapai Rp250,71 miliar.

Perseroan mengugkapkan, jumlah ini diperuntukkan bagi pemegang Obligasi Berkelanjutan I Trimegah Sekuritas Indonesia Tahap III Tahun 2025 Seri A. Surat utang dengan kode seri TRIM01ACN3 ini dijadwalkan jatuh tempo pada 25 Januari 2026. Manajemen memastikan ketersediaan dana sudah aman sebelum tanggal tersebut.

Bersama ini disampaikan bahwa perseroan telah menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Trimegah Sekuritas Indonesia Tahap III Tahun 2025 seri A senilai Rp250.715.000.000,- yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Januari 2026. Surat tersebut ditandatangani oleh David Agus dan Anung Rony Hascaryo selaku Direktur Perseroan pada 5 Januari 2026. Dokumen ini telah disampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sehubungan dengan jatuhnya tempo tersebut, BEI akan menghapus pencatatan efek TRIM01ACN3. Proses delisting atau penghapusan pencatatan dilakukan mulai 26 Januari 2026. Setelah tanggal tersebut, obligasi ini tidak dapat lagi diperdagangkan melalui bursa. Pengumuman ini merujuk pada surat nomor Peng-JTO-00003/BEI.PP3/01-2026.

Lidia M. Panjaitan, Kadiv Penilaian Perusahaan 3 BEI, menyampaikan informasi ini bersama Pande Made Kusuma Ari A selaku Kadiv Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI. Mereka merilis pengumuman tersebut secara resmi pada 23 Januari 2026. Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan I Trimegah Sekuritas Indonesia Tahap III Tahun 2025 ini pertama kali diterbitkan pada 15 Januari 2025. Masa berlaku surat utang ini tercatat hanya satu tahun sejak tanggal penerbitan.

Di kuartal tiga 2025, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk membukukan laba bersih pada Quarter 3 2025 sebesar Rp 372,5 miliar. Naik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp 151,7 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 52,46 per lembar.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian menilai bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum emas bagi perekonomian Indonesia. Diriya menyebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026, yang diperkirakan berada di kisaran 5,4–5,6%, sangat realistis dan dapat tercapai dengan kebijakan yang tepat.

Namun, dia menekankan pentingnya agar pemerintah terus mendorong sektor swasta untuk berperan lebih aktif, serta bersedia berbagi risiko dengan dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih terjaga. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah arus pembiayaan sektor riil, yang selama ini terkendala oleh kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit.

Share via
Copy link