Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Ekonomi Indonesia 2025: Hadapi Tahun Penuh Tekanan Hingga Kembali Pulihkan Kepercayaan

Share your love

Nasional – Sepanjang tahun 2025, ekonomi global bergerak dinamis dan sarat ketidakpastian. Proteksionisme menguat, perang dagang kembali menjadi alat tekanan geopolitik, dan arus perdagangan global semakin terfragmentasi. Kebijakan moneter di negara maju yang kerap berubah, adanya fluktuasi arus modal, serta konflik geopolitik turut memperbesar volatilitas pasar keuangan global.

Dunia saat ini menghadapi tekanan global dan ekonomi belum sepenuhnya pulih. Pertumbuhan tetap ada, tetapi cukup rapuh dan mudah terganggu keputusan politik dan sentimen pasar. Menjaga stabilitas ekonomi domestik dan mempertahankan momentum pertumbuhan menjadi tantangan besar bagi negara-negara berkembang.

Di tengah situasi global yang penuh tantangan, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 masih menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. Meski tidak melesat tinggi, ekonomi Indonesia konsisten tumbuh dan membaik di tiap triwulannya.

“Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama 4,67 naik ke 5,12 terakhir 5,04. Mungkin di triwulan keempat juga di atas 5, kira-kira 5,45. Masih lebih tinggi dibanding triwulan-triwulan sebelumnya. Momentum pembalikan arah ekonomi sudah terjadi, jadi kita ke depan harusnya akan tumbuh lebih baik,” papar Menteri Keuangan dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi Januari 2026.

Selain pertumbuhan ekonomi, beberapa indikator ekonomi juga memperlihatkan kinerja yang positif. Surplus Neraca Perdagangan sepanjang 2025 mencapai USD46,0 miliar atau tumbuh 46,8 persen. PMI Manufaktur Desember berada di 51,2 persen yang menggambarkan ekspansi di sektor ekonomi secara keseluruhan.

Hal menggembirakan juga diperlihatkan oleh yield SBN yang turun 101 basis point dari 7,02 persen di akhir 2024 menjadi 6,01 persen di akhir 2025. Tren yield SBN yang terus menurun ini menunjukkan kepercayaan investor meningkat dan membuat pembiayaan APBN lebih efisien. Tidak hanya itu, kinerja IHSG juga menunjukkan sentimen positif, naik 22,1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kemenkeu

Share via
Copy link