Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Kementerian PPN/Bappenas bahkan menyebutkan bahwa salah satu permasalahan lingkungan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah triple planetary crises, yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Konsep ekonomi linear hanya fokus pada penambahan nilai dalam proses produksi dan konsumsi, lalu membuang produk yang tidak lagi memiliki nilai guna ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang pada akhirnya menyebabkan TPA kelebihan kapasitas.
Namun, harapan baru muncul melalui konsep Ekonomi Sirkular, sebuah solusi transformatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ekonomi Sirkular adalah sebuah model produksi dan konsumsi yang berupaya meminimalkan limbah serta memaksimalkan penggunaan sumber daya. Ini merupakan pergeseran fundamental dari sistem ekonomi tradisional yang linear, menuju pendekatan yang lebih regeneratif dan restoratif.
Konsep ini mendorong kita untuk melihat “sampah” bukan sebagai akhir, melainkan sebagai sumber daya berharga yang dapat terus berputar dalam sistem ekonomi, menciptakan nilai baru dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Menurut European Parliament, Ekonomi Sirkular adalah model produksi dan konsumsi yang meminimalkan limbah dengan menjaga material dan produk tetap digunakan selama mungkin.
Secara lebih spesifik, European Parliament menjelaskan bahwa Ekonomi Sirkular dicapai melalui sistem berbagi, menyewa, menggunakan kembali, memperbaiki, memperbarui, dan mendaur ulang, yang bertujuan untuk menghilangkan limbah dan polusi, mengedarkan produk dan material, serta meregenerasi alam.
Sementara itu, Ellen MacArthur Foundation mendefinisikannya sebagai sistem industri yang restoratif atau regeneratif berdasarkan niat dan desain, menggantikan konsep ‘akhir masa pakai’ dengan restorasi.
Kementerian PPN/Bappenas mendefinisikan Ekonomi Sirkular sebagai model ekonomi yang menerapkan pendekatan sistemik untuk meminimalkan penggunaan sumber daya, mendesain suatu produk agar memiliki daya guna selama mungkin, dan mengembalikan sisa proses produksi dan konsumsi ke dalam rantai nilai.
Ini adalah keberangkatan dari model ekonomi linear tradisional yang didasarkan pada pola “ambil-buat-konsumsi-buang” (take-make-consume-throw away), yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku murah dan mudah diakses.