Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Internasional – Indonesia menyambut baik momentum positif hubungan perdagangan bilateral dengan Malaysia yang mencerminkan kuatnya keterlibatan ekonomi kedua negara. “Ke depan, Indonesia melihat peluang untuk makin memperkuat dan mendiversifikasi perdagangan, termasuk dengan memperluas akses pasar bagi produk bernilai tambah,” ujar Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin di Taguig, Filipina, melakukan pertemuan. Pertemuan tersebut membahas peningkatan hubungan perdagangan kedua negara dan dukungan Malaysia terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Pada pertemuan yang dilakukan di sela-sela The 32nd ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Retreat ini, Wamendag Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia terus menunjukkan momentum positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan kedua negara mencapai USD 24,22 miliar pada 2025. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat mencapai USD 13,09 miliar, sedangkan impor dari Malaysia sebesar USD 11,12 miliar.
Roro menambahkan, Malaysia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Pada 2025, Malaysia tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar ke-6 Indonesia dan sumber impor terbesar ke-5 bagi Indonesia.
Selain membahas peningkatan perdagangan bilateral, Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan proses aksesi ke CPTPP sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional. Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan yang berstandar tinggi dan berorientasi ke masa depan yang dapat memperkuat perdagangan berbasis aturan serta integrasi ekonomi kawasan.
Sejak menyampaikan permohonan aksesi pada September 2024 dan menyampaikan pengajuan kuesioner untuk negara calon anggota pada Mei 2025, Indonesia telah dinilai selaras dengan Auckland Principles dalam Pertemuan Komisi CPTPP ke-9. Saat ini, Indonesia menantikan Pertemuan Menteri CPTPP berikutnya sebagai titik penting prosedural untuk kemungkinan pembentukan Kelompok Kerja Aksesi (Accession Working Group/AWG).
Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas peran Malaysia sebagai sesama negara anggota ASEAN sekaligus pihak dalam CPTPP. Indonesia berharap dapat terus menjalin koordinasi erat dengan Malaysia agar proses aksesi dapat berjalan secara konstruktif, transparan, dan mendukung integrasi ekonomi kawasan.
Lebih lanjut, kedua pihak juga membahas berbagai mekanisme kerja sama ekonomi bilateral, termasuk melalui Komite Gabungan Bidang Perdagangan dan Investasi (Joint Trade and Investment Committee/JTIC) Indonesia-Malaysia sebagai forum penting untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara. Indonesia menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pertemuan JTIC ke-4 pada waktu yang disepakati bersama.
Selain itu, Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap penguatan kerja sama investasi melalui Komite Investasi Malaysia-Indonesia (Malaysia-Indonesia Investment Committee/MIIC), khususnya menindaklanjuti potensi investasi baru pada sektor prioritas seperti infrastruktur, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, serta kerja sama di bidang ketahanan pangan yang keberlanjutan.
Dalam pembahasan perdagangan kawasan perbatasan, Indonesia menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Malaysia dalam meratifikasi Border Trade Agreement (BTA) 2023. Saat ini, Indonesia berada pada tahap akhir proses ratifikasi melalui Peraturan Presiden RI yang tengah menunggu penandatanganan Presiden RI.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas di Entikong-Tebedu guna memperlancar arus perdagangan, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. Saat ini, Indonesia tengah menyiapkan fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung operasional Entikong International Cargo Terminal (ICT).
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin menyampaikan dukungan terhadap langkah Indonesia untuk bergabung dalam CPTPP. Ia menilai, kehadiran Indonesia dalam perjanjian perdagangan berstandar tinggi tersebut akan makin memperkuat peran negara-negara ASEAN dalam arsitektur perdagangan kawasan.
Terkait perdagangan dengan Malaysia, sebelumnya Indonesia melepas ekspor 9 ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia. Pelepasan ekspor senilai Rp270 juta tersebut di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Pelepasan ekspor ini membuktikan kemampuan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.