Enter your email address below and subscribe to our newsletter

IHSG Menguat Seiring Optimisme Iklim Dagang Membaik

Share your love

Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat seiring optimisme pelaku pasar terhadap membaiknya iklim perdagangan global setelah Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) membatalkan tarif perdagangan dari Presiden AS Donald Trump.

IHSG ditutup menguat 124,31 poin atau 1,50% ke posisi 8.396,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,48 poin atau 1,49% ke posisi 847,76.“Pasar merespon positif pascakeputusan Mahkamah Agung (MA) AS yang membatalkan tarif dagang global Presiden AS Donald Trump. Keputusan MA tersebut tentunya akan memberikan sebuah harapan dan perbaikan iklim perdagangan global,”kat Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

Nico menjelaskan, keputusan MA AS yang membatalkan kebijakan tarif dan menggantinya dengan tarif 10% akan menjadi perkembangan penting bagi dunia usaha. Di sisi lain, pelaku pasar tampaknya tetap fokus terhadap kebijakan lanjutan dari Trump, yang mengatakan berencana untuk menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, menyusul keputusan MA yang membatalkan kebijakan tarif “timbal balik” yang diberlakukannya.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan para mitranya dapat berantakan, meskipun para pejabat senior AS menegaskan bahwa kesepakatan yang ada akan tetap berlaku.”Alhasil, pelaku pasar tampaknya masih wait and see melihat perkembangan dinamika kebijakan di AS terkait penerapan tarif ini,” ujar Nico.

Dari dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri AS, yang artinya Indonesia bersiap segala kemungkinan penyesuaian tarif. Di sisi lain, optimisme membaik seiring harapan bahwa tarif global bar Trump sebesar 15%, yang diperkenalkan setelah MA AS menolak bea masuk timbal balik yang luas, menandakan pergeseran ke arah bea masuk keseluruhan yang lebih rendah dan dapat memberikan dorongan kecil bagi ekspor Indonesia dalam jangka pendek.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,20%, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 2,34% dan 1,67%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DIVA, YELO, MEGA, SKBM dan PADI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDS, HILL, SOTS, AKKU dan INTA. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.987.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,68 miliar lembar saham senilai Rp24,10 triliun. Sebanyak 484 saham naik, 227 saham menurun, dan 247 tidak bergerak nilainya.

Share via
Copy link