Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Ikan Pindang Siap Melenggang di Pasar Modern

Share your love

Ekonomi – Aroma khas ikan pindang kerap menggunggah selera makan saat tersaji dimeja makan. Oleh karenanya ikan pindang jadi menu utama lauk ikan masyarakat. Pasalnya harga yang terjangkau masuk disemua kalangan menjadikan magnet masyarakat mengkonsumsi ikan pindang . Untuk itu, komoditas ikan pindang menjadi salah satu pendongkrak konsumsi ikan di Indonesia. Selain itu komoditas ikan pindang juga menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Seiring dengan permintaan yang terus meroket, ikan pindang bukan hanya tersedia di pasar-pasar tradisional, tapi siap melenggang mengisi pasar modern.

Hal itu dibenarkan oleh produsen ikan pindang, Hidayat, pendiri sekaligus pemilik PT. Hidayat Bahari Sejahtera. “Saya produksi ikan pindang sudah 30 tahun. Selama ini memang kami hanya memproduksi untuk dijual oleh para pedagang saya di pasar tradisional. Tapi InsyaAllah tahun ini (2026), produksi ikan pindang kami akan mengisi pasar-pasar modern, “ ungkap Hidayat saat di temui Wartawan NERACA, di kantornya, Serpong, Tangerang akhir pekan kemarin.

Lebih jauh, Hidayat menceritakan, kalau selama 8 bulan ini, tempat produksinya melakukan revitalisasi besar-besaran. Mulai dari tempat memasak, yang tadinya memakai kayu pelan-pelan beralih ke gas agar tempatnya lebih bersih dan higienis. Selain tempat memasak, ada gudang penyimpanan (cold storage) yang bisa menampung ikan olahan yang selesai di masak bisa langsung masuk ke ruang pendingin jadi ikan tetap segar. “Kalau pola tradisional ikan setelah diolah dan dimasak dikemas dengan keranjang bambu. Sekarang kami pelan-pelan ikan pindang produksi kami dikemas dengan di vakum. Yang ini akan masuk ke pasar modern,” ujarnya.

“Karena kalau hanya menggunakan keranjang bambu ikan hanya bertahan satu hari. Tapi kalau sudah dikemas dan di vakum ikan bisa bertahan berminggu-minggu jika di letakan di tempat atau ruang pendingin,” sambungnya.

Hidayat pun mengatakan, saat ini sudah siap produksi, tapi belum bisa memasarkan ke pasar modern karena ada beberapa izin yang belum keluar. Dan saat ini masih dalam proses. Jika semua izin sudah keluar semua baru akan memulai memasukan ikan pindang olahannya ke pasar modern. “Kalau Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah. Masih ada izin edar dari BPOM dan SNI yang masih dalam perbaikan dokumen. Jika ini sudah clear and clean dan semua izin keluar InsyaAllah ikan pindang siap hadir di etalase-etalase pasar modern,” ujarnya.

Mengingat, menurut Hidayat, pasar ikan pindang sangat luas. Sementara masyarakat karena kesibukannya tidak semuanya bisa ke pasar tradisonal. Oleh karenanya, jika di pasar modern sudah ada, masyarakat bisa mendapatkan ikan pindang dimanapun dan kapan pun.

“Saat ini produksi kami 1 ton perhari, ini pun untuk mengisi pasar wilayah Serpong dan sekitarnya. Ada sampai ke Cianjur karena jarak paling seminggu dua kali pengiriman. Dan ada beberapa permintaan di Serang, dan Banten tapi belum bisa kami penuhi karena masalah jarak sementara ikan pindang tradisional tidak bisa bertahan lama makanya belum kami penuhi semua. Berbeda, kalau nanti sudah kemasannya di vakum ikan bisa tahan lama, selama masih ada stok produksi nanti kami kirim,” ujarnya lagi.

Adapun menurut Hidayat ikan pindang yang akan di pasarkan di pasar modern ada ikan tongkol, cakalang, dan pindang ikan bandeng. Ketiga ikan ini sudah kami coba pasarkan juga di pasar-pasar tradisional kami packing menggunakan thinwall per 10 ekor, dan disimpan Styrofoam Box agar ikan lebih fresh. “Alhamdulillah responnya positif pasar sudah bisa menerima itu,” terangnya.

Ditempat terpisah Rhomadho, pemilik UD Dua Putri, mengatakan, pasar ikan pindang terus meningkat, ini karena harganya yang terjangkau masuk disemua kalangan makanya ikan pindang diminati oleh masyarakat. “Bicara pasar ikan pindang tidak pernah sepi. Permintaan terus naik apalagi sekarang ada makan siang bergizi gratis (MBG) permintaan selalu naik terus. Hanya saja kami tidak bisa mengakomodir permintaan itu semua karena produksi kami masih untuk pedagang-pedagang yang memang sudah langganan ambil di saya,” ujar Rhomadhon supplier ikan pindang untuk wilayah Demak dan Semarang.

Saat ini saja, kami harus memenuhi pedagang-pedagang kami sering kewalahan dapat barang. Makanya sementara ini kami masih prioritaskan pedagang dulu, permintaan untuk MBG nanti setelah produksi sudah kembali normal, baru permintaan yang untuk MBG coba kami akomodir. “Saya ambil barang dari Juwana, Pati. Dalam sehari saya butuh 4 ton itu untuk ikan pindang Ikan layang, ikan banjar, dan ikan salem. Kalau musim hujan begini biasanya yang saya tahu bahan baku agak langka. Makanya kami tidak berani kalau ada permintaan lain. Tapi kalau produksi bagus, baru permintaan lain akan kami penuhi,” ujarnya lagi.

Adapun disinggung terkait garap pasar modern, menurut Rhomadhon, kalau kami pedagang mau pasar tradisional atau pasar modern selama ada permintaan dan kami bisa dapatkan barang pasti kami isi. Hanya saja, untuk pasar modern belum ada yang produksi. Tapi kalau memang sudah ada yang produksi, dan kami bisa mendapatkan barangnya, pasti akan kami coba buka pasarnya. “Kalau ikan pindang tradisonal itu kan hanya bisa bertahan satu hari. Kalau masuk pasar modern ikan harus lebih tahan lama. Dan saat ini belum, tapi kalau ada kesempatan pasti akan kami coba,” tuturnya.

Ya kembali lagi, kami pedagang dan terbilang pedagang tradisional. Tapi kalau memang pemerintah sudah ada teknologinya ikan pindang yang lebih tahan lama,dan kami disuruh mengikuti pasti kami juga mau belajar.

“Harapannya kami pedagang pun begitu ikan pindang bisa naik kelas, bukan hanya di pasar tradisonal, tapi bisa di pasar modern. Karena kalau sudah masuk pasar modern resikonya lebih kecil karena ikan lebih tahan lama. Kalau masih tradisional namanya juga jualan kalau masih ada barang sisa saya atau pedagang saya bisa rugi karena ikan pindang tradisional sehari basi,” tuturnya,

“Poinnya kami pedagang siap untuk ikutin program dari pemerintah, dan kami berterimakasih para pedagang seperti saya dan teman-teman saya diperhatikan oleh pemerintah,” tambahnya.

Inovasi Baru Pindang Bandeng

Di Karawang belakangan ini ramai inovasi ikan pindang berbahan baku ikanbandeng yang dikelola oleh Kelompok Pengolah dan Pemasaran Ikan. Inovasi ini sebagai langkah alternatif memasukan ikan budidaya menjadi bahan baku ikan pindang.

Ketua Kelompok Pengolahan dan Pemasar (Poklahsar) Raosna, Karawang, Muhidi, mengatakan, ikan pindang menjadi menu ikan utama masyarakat. Di pasar ikan pindang dikenal dengan ikan-ikan laut, hanya saja ikan laut kadang terkendala di bahan baku. Akhirnya kami memilih ikan bandeng untuk dipindang. “Awalnya karena bahan baku ikan laut dimusim tertentu susah. Lalu kami pakai alternatif lain dan kami memilih ikan bandeng karena di Karawang bahan bakunya tersedia,” ungkapnya.

Hanya saja, awalnya memang kurang diminati karena pasar sudah terbiasa dengan pindang ikan laut. Kemudian kami inovasi ikan bandeng ini kami masak pindang, hanya saja menggunakan alat masak yang berbeda yang menghasilkan ikan bandeng pindang dengan duri lunak agar lebih ramah untuk anak-anak. Dari sini ikan pindang kami lebih bisa diterima oleh masyarakat. “Ikan bandeng pindang ini proses sama seperti ikan pindang laut. Hanya saja kami kreasikan durinya lunak seperti bandeng presto agar masyarakat lebih bisa menerima terutama untuk anak-anak. Dan untuk harga juga sama seperti ikan pindang laut, lebih murah dari bandeng presto. Agar lebih bisa diterima pasar” ujarnya.

Dan, masih menurut Muhidi, anggota kelompoknya bisa produksi paling sedikit 20 Kg perharinya, dan kalau ada pesanan untuk dapur MBG satu dapur aja bisa 1 sampai 1,5 Kuintal seperti di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makaji, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu dan SPPG Kenanga Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu . “Pindang bandeng ini ramah untuk anak-anak. Dan Alhamdulillah adanya MBG membantu penjualan kami,” ujarnya.

Sementara dari sisi protein ikan pindang, menurut Ahli Gizi, Putri Wulan, mengatakan ngomongin ikan kaya akan protein yang mengandung asam amino esensial yang baik untuk perbaikan tubuh dan peningkatan enzim dalam tubuh. Adapun untuk komoditas ikan pindang itu kaya akan kandungan lemak omega 3 yang bagus untuk fungsi otak dan jantung. Adapun kelebihan dari ikan pindang laut kaya akan mineral, sementara ikan pindang dengan duri lunak bagus untuk kalsium. “Apa yang terkandung dalam ikan hampir semuanya yang dibutuhkan tubuh, Makanya, ikan bagus baik untuk anak-anak sampai orang dewasa,” tandasnya.

Share via
Copy link