Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Kopi Semarang Tembus Pasar Negeri Piramid

Share your love

UMKM – Tingginya permintaan kopi asal Indonesia tidaklah kecil. Terbukti, jarak ribuan kilo meter bukan jadi penghalang bagi pecinta kopi di Mesir untuk setia pada produk Indonesia. Kualitas yang konsisten membuat pasar Negeri Piramid kembali melabuhkan hatinya padakopi Indonesia asal Semarang.

Di bawah langit Semarang, Jawa Tengah, dua kontainer kopi produksi PT Taman Delta Indonesia resmi dilepas untuk memulai perjalanannya menuju Mesir. Nilainya mencapai USD160 ribu atau setara Rp2,7 miliar. Pelepasan ekspor kopi di Semarang ini merupakan bagian dari pelepasan ekspor bersama di 8 kota yang dipimpin Menteri Perdagangan Budi Santoso dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Di tengah pilihan kopi dari Brasil, Vietnam, hingga Ethiopia, Mesir justru lebih memilih kopi Indonesia. Dengan volume ekspor kopi mencapai 40,02 metrik ton (MT) pada 2024, Indonesia kokoh di posisi puncak, meninggalkan Vietnam (17,02 MT), Brasil (8,47 MT), India (6,56 MT), dan Ethiopia (5,09 MT).

Pertumbuhan ini masih terus melesat. Sepanjang Januari–Oktober 2025, volume ekspor kopi Indonesia ke Mesir melonjak 26,19 persen mencapai 34,43 MT dibanding periode yang sama pada 2024.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, pelepasan ekspor kopi oleh PT Taman Delta Indonesia menunjukkan kemampuan Provinsi Jawa Tengah dalam memproduksi kopi yang diperhitungkan dunia.

“Produk kopi Indonesia memiliki daya saing di pasar global dan potensi ini harus kita manfaatkan dengan maksimal,” ujar Iqbal.

Menjelang usia empat dekade, PT Taman Delta Indonesia telah mengasah keahliannya dalam mengolah berbagai jenis biji kopi, termasuk Arabika dan Robusta terbaik dari Sumatra dan Jawa Tengah serta berbagai varian campuran biji kopi (blended coffee).

Kemampuan mereka meramu dan meracik kopiinilah yang kerap membuat pasar luar negeri, termasuk kawasan nontradisional seperti Afrika Utara, jatuh hati. Tak heran, pada Desember 2025 ini saja, ekspor kopi PT Taman Delta Indonesia diperkirakan meraup USD2,1 juta atau sekitar Rp35 miliar.

Kesuksesan tersebut tidak datang dalam semalam. Ada kerja keras dan ketekunan dibaliknya dalam memperluas pasar. Produsen sekaligus eksportir kopi ini secara aktif mengikuti berbagai ajang penjajakan bisnis (business matching), termasuk yang difasilitasi Atase Perdagangan RI Kairo.

Dari business matchingtersebut, PT Taman Delta Indonesia berhasil mendapatkan tiga buyer. Business matching merupakan salah satu fasilitas dari Kemendag untuk mendukung para pelaku usaha untuk membidik pasar global. Ini merupakan bagian dari Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Selain business matching, fasilitas lainnya yang diberikan Kemendag dalam mendorong usaha lokal menembus pasar global, yakni pelatihan dan pendampingan ekspor, serta presentasi bisnis (pitching).

Di samping itu, Kemendag juga menyediakan layanan konsultasi desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk dapat meningkatkan nilai jual dan mendorong produk agar bisa diterima di pasar global melalui desain kemasan.

“Kemendag terus mendukung pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitasi perdagangan untuk mendorong peningkatan ekspor nasional dan memperluas diversifikasi pasar tujuan ekspor,”jelas Iqbal.

Pelepasan ekspor kali ini bukan sekadar pengiriman barang, melainkan penegasan bahwa kualitas lokal mampu bicara banyak di panggung dunia. Melalui racikan kopi yang tepat, PT Taman Delta Indonesia membuktikan bahwa produk Semarang sanggup melintasi benua dan menetap di hati masyarakat dunia.

Terkait dengan kopi, pada tahun 2024, realisasi produksi kopi olahan nasional mencapai 1,04 juta ton dengan tingkat utilisasi sebesar 77 persen. Ekspor produk kopi olahan juga mencatatkan performa yang menjanjikan, yakni sebesar 196,8 ribu ton dengan nilai mencapai USD661,9 juta.

“Saya sering mendapatkan laporan, kopi dan industri olahan kopi dari Indonesia ini semakin meningkat baik dari sisi ekspor, produksi, maupun kualitas. Namun, saya juga menyaksikan pangsa pasar kopi Indonesia di berbagai negara masih kecil,” ungkap Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Faisol menuturkan, kopi Indonesia sangat kaya ragam karena berasal dari berbagai daerah, ketinggian, maupun karakter tanah, yang dapat menghasilkan cita rasa unik masing-masing jenisnya. Sehingga, pelaku industri memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan produk kopi beserta olahannya.

“Kita tahu, persaingan industri kopi global sangat ketat. Oleh karena itu, jangan berhenti untuk berinovasi, menerima teknologi baru, dan terus belajar. Pengetahuan tentang cita rasa dan pasar harus dipahami secara mendalam. Saya yakin, jika kita bergerak bersama dan menciptakan inovasi, Indonesia akan menjadi produsen kopi terbesar dunia,” tegas Faisol.

Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 54 jenis kopi dengan sertifikat IG, yang menjadi kekuatan dalam membangun brand kopi nasional yang berdaya saing di pasar internasional. Pemanfaatan IG ini menjadi instrumen penting dalam proses premiumisasi produk kopi olahan lokal.

Exit mobile version