Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Memperkuat Perdagangan Indonesia dan Jerman

Share your love

Internasional – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri dalam acara Gala Banquet Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Asia-Pacific Directors’ Conference, mengungkapkan Indonesia dan Jerman memiliki hubungan istimewa yang lebih dari sekadar hubungan antarnegara. Hubungan kedua negara memiliki sejarah panjang di berbagai aspek. Sejak dulu, tokoh-tokoh penting dari kedua negara telah saling menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Jerman, termasuk di bidang perdagangan.

“Di samping sejarah panjang hubungan kedua negara, Indonesia-Jerman juga memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian perdagangan global yang terjadi saat ini, yaitu untuk tumbuh di bawah sistem perdagangan yang dapat diprediksi, transparan, dan berbasis aturan. Keterbukaan ekonomi harus berlandaskan aturan yang jelas dan tanggung jawab sosial,” jelas Roro.

Tidak hanya itu, menurut Roro, kedua negara juga sepakat bahwa keberlanjutan, perdagangan bebas dan adil, serta kepastian regulasi merupakan prasyarat konkret untuk daya saing, inovasi, dan perencanaan investasi jangka panjang. Hal ini hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan pendekatan pragmatis.

“Oleh karena itu, Jerman telah menjadi mitra dekat Indonesia selama negosiasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berlangsung. Setelah hampir 10 tahun bernegosiasi, pada September 2025, kami akhirnya mencapai kesimpulan substansial. Tahun ini, kedua belah pihak akan menyelesaikan prosedur hukum internal dan memperkirakan implementasi CEPA akan dimulai pada Januari 2027,” ujar Roro.

Roro menegaskan, IEU-CEPA merupakan tonggak penting bagi Indonesia dan Uni Eropa, termasuk bagi Jerman. Perjanjian ini memberikan kepastian dalam menjalankan bisnis dan berfungsi sebagai platform yang kuat dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.

IEU-CEPA lebih dari sekadar pengurangan tarif. Perjanjian ini menyediakan kerangka kerja untuk kepastian hukum, akses pasar, dan kerja sama regulasi dalam barang, jasa, dan investasi. IEU-CEPA akan inklusif bagi semua tingkat pelaku ekonomi dan memberikan kepastian kepada perusahaan besar dan usaha kecil dan menengah (UKM) dari kedua belah pihak.

“Perjanjian ini juga mencakup komitmen dan kerja sama di bidang ekonomi hijau, serta neraca perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Singkatnya, CEPA memberi kita begitu banyak alat untuk mengatasi kekhawatiran dan kepentingan kita di tengah ketidakpastian global,” tegas Roro.

Roro menambahkan, “Indonesia menawarkan peluang nyata bagi bisnis Jerman untuk memperkuat kehadiran mereka di Asia Pasifik, terutama di Asia Tenggara. Dengan perspektif jangka panjang, saling menghormati, dan tujuan bersama, Indonesia yakin kemitraannya dengan Jerman dan Uni Eropa akan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat.”

Deputy Head of the Division European and International Cooperation KAS, Caroline Kanter menyampaikan, KAS sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas hubungan baiknya dengan banyak pihak di Indonesia yang telah terjalin sejak lama. “KAS dapat bekerja dengan baik hanya jika kami memiliki mitra yang kuat serta dapat diandalkan. Kami sangat bersyukur bahwa kami mendapatkan itu di Indonesia,” kata Caroline.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Jerman tercatat sebesar USD 6,11 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Jerman tercatat sebesar USD 2,51 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Jerman sebesar USD 3,59 miliar.

Sebelumnya, Indonesia memperkuat hubungan perdagangan dengan Jerman, salah satunya melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). I-EU CEPA telah memasuki fase yang menjanjikan, ditandai dengan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Komisi Eropa pada 13 Juli 2025 di Brussel yang menyepakati percepatan penandatanganan perjanjian tersebut.

Pendekatan kolaboratif dalam implementasi I-EU CEPA. Indonesia dan Jerman diharapkan dapat memaksimalkan manfaat CEPA, terutama dalam hal akses pasar untuk barang dan jasa, serta aliran investasi yang lebih kuat dari Jerman.

Pihak Jerman juga mengungkapkan rencana untuk datang ke Indonesia tahun 2026. Jika perjanjian I-EU CEPA sudah ditandatangani ,maka pertemuan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk membahas berbagai upaya peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Share via
Copy link