Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di dua lokasi di Aceh Tamiang, yakni Desa Kota Lintang Bawah dan Kampung Durian. Bantuan diserahkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dalam membantu pemulihan kondisi masyarakat yang hingga kini masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian. Program CSR ini dilaksanakan dengan target penerima manfaat sekitar 200 pengungsi di dua titik lokasi pengungsian tersebut.
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan dalam siaran persnya di Aceh Tamiang, kemarin mengatakan, masih banyak pengungsi yang tinggal di tenda penampungan dengan kondisi yang belum sepenuhnya layak, bahkan sebagian sebelumnya harus beristirahat langsung di atas tanah.”Melihat kondisi tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan dan fasilitas penunjang istirahat agar para pengungsi dapat beristirahat dengan lebih layak. Selain itu, bantuan juga mencakup perlengkapan ibadah seperti sarung, Al-Quran, mukena, sajadah, perlengkapan dapur umum dan baju baru,”ujar Tomi.
Berdasarkan data di lapangan, kedua wilayah terdampak yaitu Desa Kota Lintang dan Kampung Durian, mencakup hampir 3.000 lebih kepala keluarga yang terdampak bencana dan masih harus tinggal di pengungsian akibat rumah yang rusak berat atau hanyut. Tomi juga menambahkan, bantuan juga diberikan untuk anak-anak berupa buku edukasi serta alat tulis, guna mendukung aktivitas belajar dan bermain anak-anak ditengah kondisi pengungsian. Dirinya berharap, bantuan ini dapat membantu menjaga semangat belajar anak-anak meskipun dalam situasi pasabencana.
Sementara Ratna Ekawati, Head of Human Capital Division PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perseroan untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di lingkungan internal perusahaan. “Dana yang digunakan untuk program ini berasal dari perusahaan, himpunan dana karyawan Mirae Asset Sekuritas serta dukungan nasabah melalui program Odd Lot,”ungkapnya.
Di sisi lain, kondisi pengungsi di lapangan masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya terkait fasilitas istirahat dan pemenuhan kebutuhan dasar. Selain perlengkapan tidur, kebutuhan pokok seperti bahan makanan, air bersih, kompor, dan penanak nasi masih sangat dibutuhkan, terutama menjelang bulan Ramadan.“Saat ini masih banyak warga yang membutuhkan hunian sementara yang layak serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang diberikan sangat membantu pengungsi dalam bertahan dan mempersiapkan diri menghadapi masa pemulihan,” ujar Aulia, selaku penanggung jawab pengungsian Desa Kota Lintang, Aceh Tamiang.
Sementara itu, Hamdani, selaku penanggung jawab pengungsian Kampung Durian, Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa kondisi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di lokasi pengungsian saat ini banyak yang rusak. Selain itu, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak yang masih dibutuhkan oleh para pengungsi. Melalui program CSR ini, Mirae Asset Sekuritas berharap dapat terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam mendukung masyarakat terdampak bencana serta memperkuat peran perusahaan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.