Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Nasional – Komisi IV DPR RI menegaskan komitmennya mendukung penguatan sektor perikanan budi daya sebagai salah satu pilar utama swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Curug Barang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kunjungan kerja yang dihadiri jajaran Komisi IV DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta pembudidaya ikan ini bertujuan meninjau langsung kondisi balai serta memperkuat sinergi dalam pengembangan perikanan budi daya berbasis potensi daerah.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyampaikan bahwa Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan air tawar. Kualitas sumber air yang baik dan ketersediaan lahan menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan produksi ikan, seperti komoditas nila dan lele.
“KKP akan terus mendorong penguatan kebijakan perikanan budi daya dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar potensi ini dapat dimaksimalkan. Ke depan, nila dan lele akan menjadi salah satu komoditas andalan dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis,” ujar Tb Haeru atau biasa disapa Tebe di Jakarta.
Terkait aspek pendukung produksi, Tebe menyampaikan bahwa KKP terus melakukan langkah-langkah perbaikan, termasuk dalam penguatan sistem penyediaan pakan. Berbagai masukan dari Komisi IV DPR RI, pemerintah daerah, dan pembudidaya menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menegaskan bahwa perikanan budi daya memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Budidaya ikan merupakan sektor yang sangat prospektif. Selain mudah dikembangkan di berbagai wilayah, ikan juga memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Yohan.
Komisi IV DPR RI juga mendorong penguatan sinergi antara KKP, pemerintah daerah, dan Badan Gizi Nasional agar ikan dapat menjadi bagian konsisten dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Di sisi lain, Kepala BBIAT Curug Barang Pandeglang, Erwin Damayanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan DPR RI serta KKP. Ia berharap sinergi ini dapat mempercepat pengembangan perikanan budi daya di Pandeglang sekaligus memperkuat perannya sebagai daerah penyangga kebutuhan ikan nasional.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan penguatan budidaya perikanan nasional untuk menopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, produktivitas budidaya perikanan untuk mengurangi penangkapan ikan di alam sehingga populasinya bisa terjaga.
Lebih lanjut, KKP juga mengoptimalkan peran teknologi untuk mendukung produksi perikanan mulai hulu hingga hilir. Penggunaan teknologi tidak hanya untuk meningkatkan jumlah produksi tapi juga memastikan kegiatan perikanan sesuai prinsip berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas air, pakan otomatis, hingga penyediaan sarana dan prasarana budidaya serta pemasaran online, terbukti mendongkrak produktivitas akuakultur.
Program unggulan perikanan budi daya yang memanfaatkan inovasi teknologi diantaranya modeling budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen, kemudian ada juga modeling budidaya tilapia, rumput laut, lobster, dan kepiting.
KKP juga tengah menjalankan program revitalisasi lahan budidaya kurang produktif di sejumlah wilayah Jawa Barat, serta pembangunan Kampung Perikanan Budi Daya.
KKP berkomitmen mengoptimalkan potensi blue food sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional. Berdasarkan informasi Ocean Panel (2020) dan World Economic Forum (2021), blue food bukan sekadar sumber protein, melainkan kaya mineral, vitamin, iodium, zat besi, kalsium, seng, hingga Omega-3.
Melalui lima kebijakan Blue Economy, mulai dari perluasan kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan, pengawasan pesisir dan pulau kecil, hingga gerakan Bulan Cinta Laut, KKP memperkuat kapasitas nelayan dan pembudi daya dari hulu ke hilir.
Trenggono juga pernah mengatakan, bahwa KKP terus melakukan peningkatan produktivitas budidaya menjadi salah satu fokusnya dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan hingga tahun 2029.