Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

UMKM – Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kehadiran produk lokal ini di dalam gerbong kereta api Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang di Stasiun Gambir, Jakarta. Sebanyak enam produk pangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terpilih kini resmi hadir untuk mengisi etalase kuliner kereta api.
Keenam produk UMKM pangan yang masuk ke jaringan bisnis PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan hasil kurasi ketat terhadap 50 produk unggulan. Proses seleksi dilakukan melalui penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan pada 30 September 2025.
“Hari ini kami meluncurkan produk-produk UMKM yang sekarang sudah tersedia di layanan kereta api. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT KAI dan PT KAI Services, dan Kementerian Perhubungan, untuk memfasilitasi produk-produk UMKM kita (masuk kereta api),” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Keenam produk tersebut, yaitu Pempek Crunchy, Kulit Ayam Crispy, Tahu Walik, Keripik Singkong Panggang, Stik Keju Ulir, dan Minuman Jahe Rempah. Seluruh produk telah melalui proses kurasi dan pembinaan yang mencakup kualitas produk, kemasan, keamanan pangan, hingga kesesuaian dengan standar layanan transportasi publik.
Kehadiran produk-produk ini membuktikan kemampuan UMKM dalam menembus captive market, seperti ekosistem stasiun dan layanan di atas kereta api. “Saat ini kita memiliki 15 jalur kereta intercity, dengan volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun dan merupakan potensi pasar yang cukup besar. Peningkatan penumpang juga terjadi pada momen Lebaran seiring kenaikan mobilitas akibat arus mudik. Kemendag akan terus membantu agar produk UMKM kita semakin dikenal masyarakat, salah satunya dengan menyasar para penumpang kereta api,” papar Budi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi enam produk mamin UMKM untuk masuk ke jaringan bisnis anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni PT Reska Multi Usaha atau KAI Services. Empat dari keenam produk tersebut kini tersedia di kereta restorasi pada 15 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) seperti Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Jayabaya, dan Majapahit. Selain di dalam kereta, dua produk lainnya dipasarkan di empat Loko Café, yakni Loko Café di Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim, Loko Café di Stasiun Tugu, Loko Café Bandung, dan Loko Café Malioboro.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi masuknya produk UMKM pada layanan kereta. Ia berharap, produk-produk UMKM bisa dipasarkan lebih luas lagi, tidak hanya di kereta api, tetapi juga di lebih banyak sarana transportasi. “Kami berharap produk-produk UMKM juga dapat dipasarkan di moda transportasi lain, seperti bus, kapal kemudian juga di berbagai stasiun, pelabuhan, hingga bandara,” ujar Dudy.
Dudy menyatakan dukungannya untuk mendorong pelaku UMKM binaan Kemendag di simpul transportasi sehingga dapat menunjang perekonomian nasional melalui perluasan akses pasar.
Dudy mengatakan pihaknya mendukung penuh program Kementerian Perdagangan yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di simpul-simpul transportasi.
Lebih lanjut, Dudy juga berharap agar jangkauan program itu dapat makin diperluas keberadaannya.
Sri Widiana, atau Ana, pemilik UMKM jenama Olasing mengaku senang produknya berhasil masuk ke jaringan bisnis KAI. Ia berharap, produknya dapat dipasarkan di KAI untuk jangka panjang. “Saya mendapat pengalaman baru dengan masuk ke jaringan PT KAI. Semoga produk saya bisa menjadi unggulan, bisa terus berlanjut (di PT KAI), dan semakin banyak orang yang bisa membeli dari mana-mana,” ujar Ana.
Alifta, salah satu penumpang kereta tujuan Malang menyambut baik hadirnya produk lokal yang masuk ke jaringan bisnis KAI. Menurutnya, produk-produk tersebut dapat menjadi pilihan camilan selama perjalanan. Ia juga menyatakan ketertarikan untuk mencobanya. “Wah, saya tertarik sih mencoba camilan lokal. Daripada beli makanan yang berat, mending camilan-camilan saja,” ujar Alifta.
Senada dengan Alifta, penumpang keberangkatan Yogyakarta, Suryono, mengaku penasaran dengan produk-produk yang masuk ke jaringan bisnis KAI. “Saya dukung itu (produk-produk lokal yang masuk ke kereta). Kalau banyak produk bisa hadir di KAI, saya pikir banyak orang yang tertarik juga. Jadi, lebih banyak pilihan,” ujar Suryono.