Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Proyeksi Pilgub DKI Jakarta 2024 menunjukkan potensi kuat terjadinya pemilihan dua putaran. Berdasarkan berbagai survei dan analisis, tidak ada satu pasangan calon yang diprediksi dapat meraih lebih dari 50% suara pada putaran pertama, yang mengindikasikan kemungkinan besar Pilgub Jakarta akan berlanjut ke putaran kedua.
Survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada September 2024 menunjukkan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RK-Suswono) mencapai 47,5%, sementara pasangan Pramono Anung dan Rano Karno (Pramono-Rano) berada di angka 31,5%. Ini berarti, meskipun RK-Suswono memimpin, mereka belum mencapai angka lebih dari 50%, yang sering menjadi syarat kemenangan dalam putaran pertama​.
Selain itu, survei lainnya mengungkapkan bahwa pemilih cenderung memilih mantan gubernur seperti Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menunjukkan bahwa pemilih yang sudah terbiasa dengan kepemimpinan mereka bisa mempengaruhi hasil, mengingat sejarah Pilkada Jakarta yang sering melibatkan dua putaran​.
Salah satu faktor kunci yang berpotensi memperburuk hasil bagi pasangan seperti Ridwan Kamil adalah tingkat pemilih mengambang (swing voters), yang belum membuat keputusan tetap. Selain itu, faktor preferensi pemilih terhadap pasangan yang sebelumnya pernah menjabat, seperti Anies dan Ahok, juga berpotensi menciptakan pembelahan suara yang akan berlanjut ke putaran kedua.
Secara keseluruhan, meskipun elektabilitas pasangan-pasangan calon di Pilgub DKI Jakarta 2024 menunjukkan persaingan ketat, kekuatan pemilih yang belum memutuskan serta preferensi terhadap mantan pemimpin Jakarta memperlihatkan bahwa kemungkinan besar akan ada dua putaran dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun depan.(redaksi)