Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Resiliensi Tinggi Industri Motor

Share your love

Otomotif – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sektor manufaktur nasional masih menjadi penggerak utama ekonomi, termasuk industri motor roda dua.

“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” kata Agus, mengutip laman Antara.

Sepanjang Triwulan I–III 2025, kinerja Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) tumbuh sebesar 5,17 persen atau meningkat Rp92,16 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. Kontribusi IPNM terhadap Produk Domestik Bruto nasional mencapai 17,27 persen atau sebesar Rp3.051,58 triliun, dengan nilai ekspor mencapai USD227,10 miliar atau lebih dari 80 persen total ekspor nasional. Dari sisi investasi, IPNM menyumbang Rp552 triliun atau 38,49 persen dari total investasi nasional, serta menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja.

Agus juga pernah menyampaikan, capaian tersebut tidak terlepas dari peran signifikan sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung industri nasional. Saat ini industri kendaraan bermotor roda empat didukung oleh 41 pabrikan dengan kapasitas produksi mencapai 2,59 juta unit per tahun, sementara industri roda dua dan tiga melibatkan 82 pabrikan dengan kapasitas 11,2 juta unit per tahun. Total investasi sektor otomotif telah mencapai Rp194,22 triliun dengan penyerapan tenaga kerja langsung hampir 100 ribu orang.

Dalam konteks pasar kawasan, Indonesia tetap mempertahankan posisi terdepan di ASEAN dengan penjualan kendaraan mencapai 865.723 unit pada 2024. Namun demikian, rasio kepemilikan mobil nasional masih relatif rendah, yakni 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kondisi ini menunjukkan potensi besar pasar domestik Indonesia untuk terus berkembang ke depan.

Memasuki tahun 2026, industri otomotif menunjukkan indikasi stabilisasi yang didorong oleh kinerja ekspor yang tetap kuat, percepatan pengembangan kendaraan elektrifikasi, serta penguatan permintaan pada akhir tahun 2025 yang menjadi sinyal positif bagi pasar domestik. Proyeksi penjualan mobil nasional berada di kisaran 850 ribu unit, atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025.

Meskipun demikian, pemulihan pasar domestik berlangsung secara bertahap seiring tantangan daya beli, pembiayaan, dan dinamika rantai pasok global. Sepanjang 2025, penjualan wholesale tercatat 803.687 unit atau turun 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan ritel turun 6,3 persen menjadi 833.712 unit. Di sisi lain, ekspor kendaraan utuh meningkat 9,7 persen menjadi 518.212 unit, menunjukkan bahwa daya saing Indonesia sebagai basis produksi otomotif global tetap terjaga, meskipun industri menghadapi dinamika permintaan domestik dan global.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menyampaikan, kinerja positif industri nasional tidak lepas dari kontribusi sektor otomotif, khususnya kendaraan roda dua yang terbukti tangguh menghadapi perubahan pasar.

“Pada tahun 2025, pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit, tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun 2024, serta didukung oleh kinerja ekspor yang mencapai sekitar 540 ribu unit CBU, dengan total nilai ekspor mencapai Rp10,5 triliun,” ujar Dirjen ILMATE.

Kemenperin juga mengapresiasi pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia yang dinilai memperkuat struktur industri kendaraan roda dua dan roda tiga nasional, sekaligus mendorong ekspor serta penggunaan komponen dalam negeri.

Setia menambahkan, perusahaan tersebut menunjukkan komitmen investasi, peningkatan ekspor, dan kepatuhan terhadap regulasi industri.

Sejak beroperasi pada 2007, TVS telah merealisasikan investasi sekitar 250 juta dolar AS atau setara Rp4,12 triliun serta menyerap ratusan tenaga kerja langsung dan sekitar 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan distribusi dan pemasok.

Hingga awal 2026, perusahaan telah memproduksi lebih dari 1 juta unit kendaraan roda dua dan roda tiga untuk pasar domestik dan ekspor ke berbagai kawasan seperti ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.

Selain memenuhi kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sejumlah produk TVS juga telah digunakan dalam program pengadaan pemerintah.

“Sejumlah produk TVS telah memenuhi persyaratan TKDN dan digunakan dalam berbagai program pengadaan pemerintah, baik di kementerian maupun pemerintah daerah,” imbuhnya.

Share via
Copy link