Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Ekonomi – Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75% untuk kelima kalinya berturut-turut, yang sejalan dengan upaya untuk menstabilkan Rupiah yang cenderung melemah, menjaga inflasi tetap berada di kisaran target 1,5-3,5%, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/2) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah dipimpin oleh saham-saham sektor teknologi. IHSG ditutup melemah 36,15 poin atau 0,44% ke posisi 8.274,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,524 poin atau 0,51% ke posisi 834,28. “IHSG ditutup melemah di tengah pelemahan Rupiah yang berlanjut,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Kurs Rupiah cenderung melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap fiskal Indonesia, serta potensi penurunan peringkat ekuitas dan peringkat kredit oleh MSCI dan Moody’s. Di sisi lain, inflasi Indonesia periode Januari 2026 mencapai level tertinggi sejak Mei 2023 di level 3,55% (yoy), sementara pertumbuhan kredit mencapai 9,96% (yoy).
Selanjutnya, pelaku pasar akan menantikan data Current Account periode kuartal IV-2025, yang diperkirakan membukukan surplus US$ 2,0 miliar dari sebelumnya surplus US$ 4,0 miliar pada kuartal III-2025. Sementara itu, Indonesia dan AS dijadwalkan menandatangani kesepakatan dagang dengan kerangka kerja negosiasi yang sudah disepakati tahun lalu meliputi kesepakatan barang ekspor Indonesia yang masuk AS akan dikenakan tarif 19%, barang ekspor AS yang masuk Indonesia tidak dikenakan tarif, dan Indonesia akan melonggarkan syarat TKDN bagi produk AS.
Kemudian, pelonggaran impor produk pertanian AS, komitmen di sektor digital dan data pribadi, serta Indonesia akan menghapus larangan ekspor komoditas ke AS, termasuk mineral penting, dan Indonesia juga akan meningkatkan impor dari AS. Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dipimpin sektor barang baku yang naik 3,02%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang naik masing-masing 1,93% dan 0,94%. Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 1,11%, diikuti sektor keuangan dan sektor properti yang turun masing-masing 1,07% dan 0,57%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOCI, BRRC, ASHA, NSSS, dan HDIT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni HILL, MPPA, KPIG, RMKE, BELL Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.334.496 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,30 miliar lembar saham senilai Rp26,24 triliun. Sebanyak 326 saham naik, 366 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.