Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Rusia Minat Bangun Kilang Minyak

Share your love

Internasional – Penjajakan kemitraan strategis telah membuahkan hasil. Rusia menyatakan minatnya untuk membangun kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang serta menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah Indonesia terus mempercepat diversifikasi pasokan energi sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur strategis minyak dan gas bumi (migas) di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Ya, kemarin seperti yang saya sampaikan di istana bahwa atas arahan Bapak Presiden, saya diminta untuk menindaklanjuti pertemuan dari dua pemimpin, Presiden Prabowo sama Presiden Putin dan dalam pertemuan saya dengan Menteri Energi dan Pemerintahan Rusia itu telah disepakati bahwa kita akan mendapat support dari Rusia,” ujar Bahlil.

Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari atau setara 39-40 juta kiloliter (KL) per tahun. Adapun produksi minyak domestik baru sekitar 600 ribu barel per hari, sehingga Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari.

Adapun untuk menekan impor, pemerintah mengandalkan peningkatan kapasitas kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan serta implementasi mandatori biodiesel 50 persen berbahan baku kelapa sawit (B50) mulai Juli 2026.

“Sekarang Bensin itu kita impor, totalnya konsumsi kita kan hampir 39-40 juta kiloleter (KL). Dari situ produksi dalam negeri kita sebelum ada RDMP Balikpapan itu kan 14,3 juta KL. Penambahan RDMP Balikpapan itu kan 5,6-5,7 juta KL, jadi hampir 20 juta kiloliter, berarti impor kita tinggal 50 persen,” ungkap Bahlil.

Terkait rencana investasi Rusia, pemerintah masih mematangkan skema kerja sama yang akan dilakukan melalui mekanisme antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarpelaku usaha (business to business/B2B).

“Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan,” ujar Bahlil.

Bahlil menegaskan, rencana proyek tersebut berbeda dengan pengembangan Kilang Tuban yang merupakan kerja sama PT Pertamina dengan perusahaan Rusia, Rosneft Oil Company. Skala proyek yang dijajaki saat ini disebut tidak sebesar Kilang Tuban.

Pembangunan kilang dan fasilitas storage dinilai krusial untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi, memperkuat fleksibilitas pasokan, serta meredam dampak volatilitas pasar energi global terhadap pasokan dan harga domestik.

Lebih lanjut saat ini aktivitas di Kilang Cilacap juga terus bergerak tanpa henti. Di balik nyala obor kilang yang menjadi penanda denyut industri energi nasional, para pekerja memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat.

Kesiapan tersebut salah satunya ditopang inovasi operasional Block Mode yang telah dijalankan sejak Mei 2024. Inovasi ini memungkinkan Kilang Cilacap mengolah campuran minyak mentah lebih fleksibel dan efisien di Kilang I Cilacap, yang sebelumnya hanya bertumpu pada minyak mentah (crude) dari Timur Tengah.

Manager Refinery Business & Optimization Kilang Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan sebagai kilang terbesar di Indonesia, Kilang Cilacap terus melakukan berbagai terobosan untuk memaksimalkan fasilitas yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

“Block Mode merupakan hasil kolaborasi tim Kilang Cilacap yang didukung penuh oleh kantor Pusat. Inovasi ini memungkinkan pengolahan crude mix sehingga dapat meningkatkan yield product bernilai tinggi sekaligus memperkuat kinerja kilang,” ujar Endah.

Melalui inovasi Block Mode dan pengolahan cocktail crude Kilang Cilacap mampu menjaga keandalan produksi sekaligus memastikan stok energi tetap aman selama periode peningkatan konsumsi. Operasional tidak hanya bertumpu pada pengolahan minyak mentah dari Timur Tengah, tetapi juga berbagai jenis minyak mentah dengan karakteristik serupa.

Diketahui, coktail crude merupakan hasil blending dari beberapa minyak untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional.

Share via
Copy link