Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Nasional – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerapkan skema baru penyaluran subsidi BBM mulai awal 2025. Subsidi yang sebelumnya diberikan langsung pada harga bahan bakar kini diubah menjadi bantuan langsung tunai (BLT) untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan memastikan hanya masyarakat kurang mampu yang menerima manfaat.
Dalam skema baru ini, subsidi berbentuk BLT akan menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang terdaftar dalam data konsolidasi Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, subsidi BBM berbasis barang tetap tersedia secara terbatas untuk kendaraan umum dengan pelat kuning, seperti angkot dan bus, guna menjaga stabilitas tarif transportasi publik.
Menurut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mengurangi konsumsi BBM bersubsidi oleh kelompok yang tidak berhak. Penerapan skema ini akan diumumkan lebih lanjut oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun depan.
Kombinasi subsidi langsung dan BLT ini adalah langkah awal reformasi subsidi energi di Indonesia, yang juga mencakup subsidi listrik dan LPG. Pendataan yang lebih terintegrasi menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan ini.
Data penerima BLT akan dikonsolidasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menggunakan basis data dari Kementerian Sosial dan instansi terkait lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan penerima manfaat adalah mereka yang benar-benar membutuhkan.
Kebijakan ini, yang sebelumnya telah dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto dan tim lintas kementerian, masih dalam tahap finalisasi, dengan peluncuran diharapkan dapat berjalan lancar pada awal tahun mendatang.