Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Daerah – Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid meminta kepada masyarakat di daerahnya untuk tidak panik menyikapi isu pembatasan dan kenaikan pasokan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah terjadinya dinamika geopolitik secara global.
“Jadi, kami mengimbau kepada masyarakat supaya tidak panik, masyarakat supaya sabar. jangan terhasut oleh berita-berita yang tidak valid soal BBM,” ucap Bupati Maesyal kepada awak media di Tangerang, dikutip Antara, kemarin.
Di tengah dinamika kenaikan BBM secara global, kata dia, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah penanganan secara komprehensif agar tidak berdampak serius terhadap situasi ekonomi dalam negeri.
Bahkan, katanya, berdasarkan informasi yang diterima ketersediaan BBM di secara nasional dalam kondisi aman.
“Kita menyaksikan dan mendengarkan langsung dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bahwa sampai saat ini belum ada rencana untuk penyesuaian tarif BBM,” katanya.
Kendati demikian dia meminta masyarakat untuk tidak perlu terpengaruh isu-isu atau informasi yang belum tentu kebenarannya, termasuk spekulasi mengenai potensi kenaikan harga BBM itu sendiri.
“Jadi jangan sampai terhasut dengan berita-berita yang tidak benar dan bukan berita sumbernya tidak pasti,” tuturnya.
Selain itu ia juga menekankan masyarakat untuk tetap tenang dan selalu bijak dalam menerima informasi dengan berpedoman kepada kebijakan-kebijakan yang langsung dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kepada masyarakat supaya tetap apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Ketua DPR RI ini bisa dipahami,” kata Bupati Maesyal.
Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah akan melakukan pembatasan atau pengaturan pembelian BBM bersubsidi dengan menggunakan kode batang (barcode) dengan batas wajar 50 liter per kendaraan.
“Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan,” ujar Menko Airlangga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, seperti Biosolar maupun Pertalite, sebanyak 50 liter per hari per kendaraan untuk kendaraan pribadi roda empat sudah cukup untuk mengisi kendaraan hingga penuh.
“Sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter. Itu tangki sudah penuh. Satu hari. Jadi kami akan mendorong ke sana,” ujar Bahlil.
Rencana pembatasan pembelian Pertalite dan Biosolar tersebut selaras dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Republik Indonesia Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026, yang beredar di kalangan media.
Surat tersebut memuat soal pengendalian penyaluran jenis BBM tertentu jenis minyak solar (biosolar) dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan jenis bensin RON 90 (Pertalite) oleh badan usaha penugasan (Pertamina) pada transportasi kendaraan bermotor untuk angkutan orang dan/atau barang.