Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Perkuat struktur permodalan guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menyiapkan rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Corporate Secretary BUVA, Rian Fachmi mengatakan, rights issue ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus memberikan tambahan dana guna mendukung kinerja perseroan ke depan.“PMHMETD II dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan sehingga memberikan Perseroan tambahan dana untuk mendukung kinerja Perseroan,” ujarnya.
Disampaikannya, aksi korporasi tersebut setara dengan maksimal 203,11% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat keterbukaan informasi diterbitkan. Saham baru akan diterbitkan dari saham portepel perseroan dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Perseroan menegaskan, pemegang saham yang tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu dalam PMHMETD II berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 67,01%. Adapun seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pengembangan usaha dan/atau pembayaran kewajiban perseroan maupun anak usaha.
Manajemen menyatakan, apabila penggunaan dana tersebut masuk dalam kategori transaksi material, transaksi afiliasi, atau mengandung benturan kepentingan, perseroan akan mematuhi ketentuan pasar modal yang berlaku. Pelaksanaan PMHMETD II akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Februari 2026.
Sesuai ketentuan, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran paling lama 12 bulan. Agenda utama RUPSLB adalah persetujuan atas rencana penerbitan saham baru melalui PMHMETD II, termasuk persetujuan perubahan Pasal 4 ayat (2) anggaran dasar perseroan terkait modal ditempatkan dan disetor.
Berdasarkan anggaran dasar perseroan, RUPSLB dinyatakan sah apabila dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang mewakili sedikitnya dua pertiga dari total saham dengan hak suara. Keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh lebih dari dua pertiga suara yang hadir dalam rapat. Apabila kuorum tidak tercapai, perseroan dapat menyelenggarakan RUPSLB kedua atau ketiga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Saat ini, BUVA memiliki lahan seluas sekitar 6,2 hektare yang telah dikembangkan menjadi hotel bintang lima Alila Villas Uluwatu. Dengan selesainya akuisisi PT Bukit Permai Properti, total penguasaan lahan BUVA di kawasan tersebut bertambah.
Per kuartal III-2025, BUVA mencatat total aset konsolidasian sebesar Rp2,04 triliun, tumbuh 22,82% dibanding periode yang sama tahun 2024. Ekuitas melonjak 50,27% menjadi Rp1,45 triliun, sedangkan liabilitas turun 15,65% menjadi Rp584,34 miliar. Pendapatan BUVA hingga kuartal III-2025 meningkat 6,07% menjadi Rp288,71 miliar.