Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Ekonomi – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran 5% pada tahun 2024, meskipun tantangan ekonomi global terus berlanjut. Kebijakan ini sejalan dengan visi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa pemerintah telah mempersiapkan tiga mesin utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, yaitu revitalisasi sektor konvensional, pengembangan ekonomi baru berbasis teknologi dan energi terbarukan, serta penguatan ekonomi berkeadilan melalui pendekatan ekonomi Pancasila. Selain itu, dukungan fiskal dari APBN tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sebagai “shock absorber” menghadapi dinamika global.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti pentingnya menjaga momentum konsumsi domestik, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah, dengan langkah-langkah seperti pengendalian inflasi dan insentif di sektor strategis. Pemerintah juga terus menggenjot investasi melalui proyek strategis nasional (PSN) dan kebijakan ramah investasi.
Menurut proyeksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap kuat di kisaran 5,1% hingga 5,5%, didukung oleh peningkatan konsumsi, belanja pemerintah, dan investasi. Presiden Prabowo Subianto juga telah menyatakan pentingnya menjaga keberlanjutan proyek pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Dengan optimisme ini, pemerintah Indonesia percaya bahwa target pertumbuhan di atas 5% dapat tercapai sekaligus memberikan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang.