Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Aktivitas sejumlah toko percetakan undangan pernikahan di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, dilaporkan menurun dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa pemilik usaha mengaitkan fenomena ini dengan perubahan tren konsumen, termasuk preferensi untuk menggunakan undangan digital yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh peningkatan harga bahan baku seperti kertas khusus dan tinta, yang membuat harga undangan cetak semakin mahal bagi pelanggan.
Menurut Arnot, salah satu pemilik toko percetakan, pesanan biasanya meningkat pada bulan-bulan tertentu seperti setelah Idul Fitri atau saat musim liburan sekolah. Namun, di luar waktu tersebut, omzet mereka bisa turun hingga separuh dibandingkan saat ramai. “Pelanggan sekarang lebih banyak yang memilih undangan digital karena lebih hemat waktu dan biaya,” ujar Arnot​.
Selain itu, daya saing antar-toko di Pasar Tebet juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa toko, seperti Logawa Printing dan Omega Printing, masih berupaya menarik pelanggan dengan menawarkan layanan desain undangan kustom dan variasi harga mulai dari Rp4.000 hingga Rp20.000 per lembar, tergantung pada desain dan material​.
Meski demikian, beberapa toko tetap optimis dengan mempertahankan kualitas layanan dan inovasi desain, termasuk penggunaan bahan premium seperti beludru yang memberikan kesan mewah pada undangan. Pemilik usaha juga berharap adanya momen perayaan besar di tahun depan dapat kembali mendongkrak permintaan.