Enter your email address below and subscribe to our newsletter

133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal Diamankan

Nasional – Aduan masyarakat melalui kanal Lapor Pak Amran membongkar penyelundupan 133,5 ton bawang bombai ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang. Polrestabes Semarang bersama tim gabungan menggagalkan masuknya komoditas tersebut karena tidak dilengkapi dokumen karantina dan pengangkutan resmi.

Dalam laporannya, masyarakat menginformasikan adanya pengiriman bawang bombai yang diduga berasal dari jalur ilegal perbatasan. Komoditas tersebut diangkut menggunakan tujuh truk fuso dari Pontianak menuju Semarang dengan kapal KM Dharma Kartika tanpa dokumen karantina.

“Mohon maaf menyita waktunya, menginformasikan saat ini ada bawang bombai yang disinyalir berasal dari jalur tikus perbatasan diangkut menggunakan truk fuso dari Pontianak menuju Semarang tanpa dokumen karantina,” tulis pelapor melalui kanal Lapor Pak Amran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 11.00 WIB, tim gabungan melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Tanjung Emas dan menemukan pengiriman bawang bombai dalam jumlah besar yang tidak dilengkapi dokumen karantina serta dokumen pengangkutan resmi.

Dari hasil pemeriksaan, diamankan total 133,5 ton bawang bombai ilegal yang tiba menggunakan kapal Dharma Kartika VII dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi menjelaskan bahwa modus yang digunakan adalah pengangkutan bawang bombai ilegal melalui kapal RORO dan selanjutnya dipindahkan ke truk tertutup terpal berlapis tanpa melalui proses karantina sebagaimana diwajibkan oleh ketentuan perundang-undangan.

Menyikapi temuan tersebut, Polrestabes Semarang bersama instansi terkait langsung melakukan pengamanan terhadap seluruh muatan dan kendaraan, pemasangan garis polisi, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat, pendataan dan penelusuran dokumen, serta koordinasi lanjutan dengan Balai Karantina untuk mendukung proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kanal Lapor Pak Amran merupakan layanan aduan yang diluncurkan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melalui WhatsApp untuk memberi ruang bagi masyarakat, khususnya petani, melaporkan berbagai penyimpangan di sektor pertanian seperti penyelewengan pupuk, praktik mafia, alat dan mesin pertanian, hingga pelanggaran harga eceran tertinggi (HET) dan lainnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, kanal ini bagian dari upaya mempercepat penanganan masalah di lapangan serta melindungi kepentingan petani dan konsumen. Kanal ini telah menangani ribuan aduan dari masyarakat, dengan penindakan yang dilakukan langsung oleh tim pengawasan Kementerian Pertanian.

Sebelumnya, kasus masuknya bawang bombai ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menjadi ancaman serius bagi pertanian nasional. Bukan sekadar pelanggaran impor, bawang bombai ilegal tersebut berpotensi membawa sedikitnya empat organisme pengganggu tumbuhan berbahaya yang dapat merusak produksi nasional dan mengancam ketahanan pangan Indonesia.

Bawang bombai yang mengandung organisme berbahaya tersebut diketahui masuk ke Indonesia tanpa izin resmi dan tanpa sertifikat karantina. Untuk mengelabui petugas, pelaku menggunakan dokumen palsu yang mencantumkan muatan sebagai “cangkang sawit”, padahal isi sebenarnya adalah bawang bombai.

Total barang mencapai sekitar 72 ton yang berasal dari Belanda, masuk melalui Malaysia, kemudian dikirim dari Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, sebelum akhirnya diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 2 Desember 2025.

Amran menegaskan bahwa praktik penyelundupan pangan yang membahayakan sektor pertanian tidak boleh diberi ruang sedikit pun dan harus diproses secara hukum.

“Ini tidak boleh diberi kompromi. Seluruh pihak yang terlibat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, karena ini membahayakan tanaman kita dan dapat berdampak luas terhadap ketahanan pangan nasional,” jelas Amran.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Hortikultura, Kemenerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi secara intensif bersama para petani hortikultura guna memacu produktivitas tanaman hortikultura, termasuk dianttaranya tanaman bawang merah, dan bawang putih. Hal ini penting mengingat tingginya kebutuhan akan bawang di dalam negeri

“Tiap hari kami pantau, koordinasi terpusat kami lakukan dengan mengumpulkan seluruh Petani Champion Cabai dan Bawang Merah dari berbagai daerah untuk pendampingan dan pengawasan melekat,” pungkas Taufiq.

Exit mobile version