Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan menggaungkan pentingnya kepemimpinan perempuan yang tidak hanya berperan dalam pengambilan kebijakan, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat.
“Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya saat Ramadan dan menjelang Idulfitri melalui penguatan distribusi, pemantauan harga secara berkala, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Di samping itu, kita juga perlu menghadirkan kepedulian sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan agar dapat menjalani Ramadan dengan penuh suka cita,” ujar Roro pada PIMTI Berbagi 2026.
Pemerintah bekerja sama dengan para pelaku usaha dan ritel modern untuk menghadirkan berbagai program diskon selama Ramadan agar masyarakat dapat berbelanja dengan lebih hemat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong perekonomian agar terus bergerak di tengah tantangan geopolitik saat ini.
Pada kesempatan yang sama, Roro menilai bahwa kegiatan seperti PIMTI Berbagi 2026 ini bukan sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mencerminkan nilai kepemimpinan yang mengedepankan empati dan solidaritas sosial.
Oleh karena itu, ia turut mengapresiasi para perempuan pemimpin yang tergabung dalam Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia atas kontribusinya bagi masyarakat. Baginya, perempuan-perempuan yang berkiprah di berbagai kementerian dan lembaga memiliki peran strategis untuk menghadirkan terobosan serta program yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Negara ini membutuhkan sosok-sosok perempuan yang hebat seperti ibu-Ibu sekalian. Kontribusi dan kerja keras yang dilakukan tidak hanya berarti bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” ungkap Roro.
Selain itu, Roro menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Menurutnya, sinergi dan kerja sama yang kuat akan mempercepat upaya menghadirkan kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia merupakan wadah kolaborasi para pimpinan tinggi perempuan di kementerian dan lembaga, baik yang masih aktif maupun yang pernah menjabat untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Saat ini, anggota PIMTI Madya tercatat lebih dari 200 orang dan terus diperluas dengan melibatkan perempuan pimpinan pratama di berbagai kementerian dan lembaga.
Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia Fajarini Puntodewi menambahkan, melalui program PIMTI Berbagi, Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi di bidang sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Pada 2026 ini, bantuan akan disalurkan kepada 17 yayasan sosial yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan. “Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk berbagi dalam semangat kepedulian dan kebersamaan,” ujar Puntodewi.
Salah satu pengurus Yayasan Al Kahfi Irfan Arifin menyampaikan apresiasi atas kegiatan PIMTI Berbagi 2026. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada lembaga sosial dan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia yang telah mengundang kami dalam kegiatan ini. Kami berharap Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia makin berkembang, solid, dan terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujar Irfan.
Sebelumnya, Kemendag juga mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk bermimpi besar dan berani mengambil ruang dalam pembangunan ekonomi dan perdagangan nasional. Perempuan Indonesia memiliki kapasitas, kecerdasan, dan kekuatan untuk menjadi agen perubahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perempuan menyumbang sekitar 38,3 persen dari total tenaga kerja Indonesia pada 2023, dengan mayoritas berkiprah di sektor informal, UMKM, serta pertanian. Dengan data tersebut, perempuan bukan hanya konsumen aktif, tetapi juga produsen, inovator, dan pempimpin usaha terutama di sektor UMKM dan ekonomi kreatif.