Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Dari Bogor, Prabowo Tekankan Ekonomi Berbasis Rakyat: Stabilitas Terjaga, Pertumbuhan Harus Dirasakan Hingga Desa

Share your love

Nasional – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan arah pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dalam pidatonya di Bogor. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah menilai Indonesia berada pada jalur yang relatif kuat dengan fondasi pertumbuhan yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta konsumsi masyarakat yang masih menjadi motor utama perekonomian.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan ekonomi tidak boleh hanya tercermin dalam angka-angka makro. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja, dan masyarakat desa.

Pesan tersebut sejalan dengan strategi ekonomi pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan, hilirisasi industri, kemandirian energi, serta penguatan daya beli masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Pemerintah mencatat berbagai indikator ekonomi nasional menunjukkan tren yang positif sepanjang awal tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas ekspektasi banyak lembaga internasional dan menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok negara G20. Inflasi tetap terkendali pada level yang relatif rendah, sementara sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan pertanian terus menunjukkan aktivitas yang ekspansif.

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya memastikan setiap kebijakan fiskal dan anggaran negara memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah terus melakukan efisiensi belanja yang dianggap tidak produktif dan mengarahkan anggaran ke sektor-sektor yang memiliki dampak ekonomi luas, termasuk pembangunan sumber daya manusia, program pangan, infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi desa.

Menurut pemerintah, kekuatan ekonomi Indonesia ke depan tidak hanya ditentukan oleh investasi besar dan pertumbuhan industri, tetapi juga oleh kemampuan negara menciptakan pemerataan kesempatan ekonomi. Oleh sebab itu, UMKM, koperasi, dan sektor pertanian tetap diposisikan sebagai fondasi utama ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung pentingnya menjaga optimisme nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, serta pasar domestik yang kuat. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia diyakini mampu meningkatkan daya saing sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gejolak ekonomi global.

Arah kebijakan ekonomi yang disampaikan Presiden di Bogor memperlihatkan konsistensi pemerintah dalam membangun model pertumbuhan yang tidak hanya mengejar angka, tetapi juga memperkuat pemerataan kesejahteraan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap capaian ekonomi nasional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, mulai dari pusat pertumbuhan ekonomi hingga wilayah pedesaan.

Bagi pelaku usaha dan investor, pesan yang disampaikan Presiden menjadi sinyal bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat iklim investasi, dan mempercepat transformasi ekonomi nasional. Sementara bagi masyarakat, fokus utama pemerintah tetap pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan penguatan daya beli sebagai fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Share via
Copy link