Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Ekonomi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui Program Rumah Jahit BAZNAS (RJB), lembaga tersebut mendorong para mustahik untuk memiliki keterampilan, membangun usaha mandiri, hingga meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Program Rumah Jahit BAZNAS hadir sebagai bentuk transformasi pengelolaan dana zakat yang tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada pemberdayaan produktif. Melalui pelatihan menjahit, pendampingan usaha, serta pembinaan kewirausahaan, para peserta dibekali kemampuan yang dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang.
Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli bin Abdullah, menegaskan bahwa Rumah Jahit BAZNAS merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi mustahik. Menurutnya, zakat harus mampu menghadirkan perubahan nyata dengan membangun keterampilan dan membuka akses terhadap peluang usaha.
Program ini mengusung semangat “Dari Zakat Kita Berdaya, Dari Keterampilan Kita Sejahtera”. Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dikelola secara produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga penerima manfaat.
Rumah Jahit BAZNAS memiliki empat fokus utama, yakni pelatihan keterampilan menjahit, pendampingan kewirausahaan, produksi pakaian berkualitas, serta penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga dibimbing memahami pengelolaan usaha, pemasaran produk, hingga pengembangan bisnis skala kecil.
Sebelumnya, BAZNAS Kota Jambi juga telah membuka kelas pelatihan menjahit yang diikuti 20 peserta dari kalangan mustahik. Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pendampingan dari instruktur berpengalaman dengan materi yang mencakup teknik menjahit, manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga perhitungan biaya produksi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru yang memiliki daya saing.
Sejumlah peserta binaan Rumah Jahit BAZNAS kini telah mampu menghasilkan berbagai produk garmen, seperti seragam sekolah, baju koko, serta berbagai kebutuhan sandang lainnya yang siap dipasarkan kepada masyarakat. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para mustahik.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong perubahan status penerima zakat menjadi individu yang mandiri secara ekonomi, bahkan diharapkan mampu berkembang menjadi muzaki pada masa mendatang. Model pemberdayaan seperti Rumah Jahit BAZNAS dinilai mampu menciptakan dampak sosial yang lebih luas karena tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja baru di lingkungan sekitar.
Dengan terus mengembangkan program-program ekonomi produktif, BAZNAS Kota Jambi menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat menjadi instrumen pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Melalui peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses terhadap peluang ekonomi, zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi jalan bagi lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.