Ekonomi Transformasi Pasar Komunal Binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Denyut Ekonomi & Harapan Warga

Share your love

Ekonomi – Bagi masyarakat Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, pemenuhan kebutuhan sehari-hari bukan sekadar pergi ke pasar. Letak geografis wilayah yang dipisahkan perairan Segara Anakan membuat masyarakat harus menyeberang menggunakan perahu untuk menjangkau sejumlah kebutuhan di wilayah lain.

Di tengah keterbatasan itu, ekosistem wilayah di Kutawaru bertrasnformasi menjadi satu kesatuan sistem ekonomi hub yang terhubung dengan Pasar Amarta. Pasar Amarta menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar ini menghadirkan kemudahan, membuka peluang usaha, dan menumbuhkan harapan kemandirian ekonomi.

Diinisiasi Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU), Pasar Amarta yang dikembangkan sejak 2022 nyatanya menjawab kebutuhan masyarakat tentang akses ekonomi yang lebih dekat serta saling terintegrasi dan interkoneksi dengan aktivitas Wisata Kampung Kepiting, Bank Sampah Ahipraya dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

Kini, pasar rakyat yang beroperasi setiap hari Minggu itu telah menjadi ruang aktivitas ekonomi warga dengan melibatkan 78 pedagang.

Di sini, para pedagang mendapatkan ruang untuk menawarkan dagangannya, masyarakat memiliki alternatif memenuhi kebutuhan, dan perputaran ekonomi berpeluang tumbuh di lingkungan sendiri.

“Pasar Amarta kami hadirkan bukan hanya untuk menyediakan tempat berjualan, tetapi membuka ruang untuk mengembangkan potensi ekonominya sendiri. Kami ingin masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menggerakkan perekonomian,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap.

Lanjut Agus, Pasar Amarta kini menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian masyarakat. “Pemberdayaan ekonomi untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan, kemampuan, dan kepercayaan diri untuk mengelolanya secara berkelanjutan,” kata Agus.

Seiring meningkatnya jumlah pedagang dan aktivitas pasar, penguatan kapasitas pengelola menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Pasar yang tumbuh membutuhkan tata kelola yang baik agar manfaatnya terus berkelanjutan.

Semangat tersebut mengemuka dalam Pelatihan Manajemen Pengelolaan Pasar Rakyat di Pasar Amarta, Kutawaru, pertengahan September lalu. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat fondasi pengelolaan pasar agar semakin tertib, transparan, profesional, dan mampu berjalan secara mandiri.

Melalui pelatihan, pengelola dibekali pemahaman kelembagaan, administrasi, operasional, pelayanan, hingga pengembangan pasar.

Agustiawan berharap pelatihan ini menjadi awal perubahan dalam pengelolaan Pasar Amarta.

“Pengelola diharapkan mampu menerapkan administrasi yang semakin tertib, pelayanan semakin baik, serta menjalankan pasar dengan sistem yang semakin kuat,” kata Agustiawan.

Galuh Mei Wardana, Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan DPKUKM Kabupaten Cilacap menilai Pasar Amarta sebagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pasar Amarta merupakan satu-satunya pasar di Kelurahan Kutawaru dan menjadi roda pemutar perekonomian masyarakat. Ini merupakan inovasi yang bermanfaat untuk menciptakan kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkap Galuh.

Di Kutawaru, Segara Anakan tetap menjadi bentang perairan yang memisahkan wilayah. Namun melalui Pasar Amarta, tumbuh ruang yang mendekatkan masyarakat pada kesempatan.

Dari lapak sederhana, transaksi setiap Minggu, dan kerja bersama untuk menjaga keberlangsungannya, harapan kemandirian ekonomi terus dirawat, agar masyarakat Kutawaru semakin berdaya.

Share via
Copy link