Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Perekonomian Provinsi Jawa Timur menunjukkan kinerja positif pada Triwulan I tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen secara tahunan (year-on-year) dan 1,25 persen secara triwulanan (q-to-q). Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa pada periode tersebut.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2026 tercatat mencapai Rp888,44 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp523,66 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi secara triwulanan paling tinggi ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 15,85 persen. Sektor ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding triwulan sebelumnya dan menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi daerah. Selain itu, sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur juga mencatat pertumbuhan sebesar 1,19 persen, sedangkan sektor perdagangan tumbuh 0,34 persen.
Di sisi lain, sektor konstruksi mengalami kontraksi sebesar 6,93 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Meski demikian, sejumlah sektor lainnya tetap menunjukkan pertumbuhan positif, di antaranya penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, serta transportasi dan pergudangan.
Secara tahunan, pertumbuhan tertinggi berasal dari kategori Jasa Lainnya yang meningkat 13,44 persen, disusul sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,53 persen, serta Jasa Perusahaan yang tumbuh 8,13 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahunan didorong kuat oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 20,33 persen. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga meningkat 7,50 persen, sedangkan Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,89 persen.
Secara struktur ekonomi, Industri Pengolahan masih menjadi sektor dominan dengan kontribusi sebesar 31,45 persen terhadap total perekonomian Jawa Timur. Diikuti sektor perdagangan sebesar 18,77 persen, pertanian 10,51 persen, serta konstruksi 8,49 persen. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 69,21 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
Dalam skala regional, Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,40 persen terhadap total perekonomian nasional. Capaian pertumbuhan sebesar 5,96 persen juga melampaui sejumlah provinsi lain di Pulau Jawa seperti Jawa Tengah (5,89 persen), DI Yogyakarta (5,84 persen), Jawa Barat (5,79 persen), Banten (5,64 persen), dan DKI Jakarta (5,59 persen).
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Jawa Timur masih berada dalam tren pertumbuhan yang positif, didukung oleh sektor produktif dan konsumsi domestik yang tetap kuat di awal tahun 2026.