Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Penerima MBG Capai 60 Juta dan Jumlah SPPG 22.091 Unit

Share your love

Nasional – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menyampaikan capaian tersebut usai rapat koordinasi terbatas penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, Kamis (29/1). “Sampai hari ini, SPPG sudah (sebanyak) 22.091. Penerima manfaat sudah lebih dari angka bulat, 60 juta, lebih sedikit,” kata Zulhas.

Ia juga memaparkan pelaksanaan MBG turut melibatkan dukungan rantai pasok dan kemitraan, termasuk tenaga kerja langsung di SPPG, pemasok dan mitra. Menurut dia, tenaga kerja langsung yang tercatat di SPPG mencapai 924.424 orang, pemasok 68.551, serta mitra 21.413.

Ia menambahkan proses pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang terkait program juga berjalan, dengan jumlah yang diproses 32.000 orang. Dalam rapat tersebut, Kementerian juga menyepakati perlunya revisi surat keputusan bersama (SKB) menteri terkait daftar lokasi pembangunan SPPG yang dibiayai pemerintah pusat, untuk menyesuaikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Zulhas menyebutkan penugasan yang dibiayai Kementerian Keuangan disesuaikan dari 542 menjadi 315 lokasi, sedangkan penugasan terkait Kementerian Pekerjaan Umum disesuaikan dari 264 menjadi 222 lokasi. “Ini nanti harus kerja sama dengan daerah. Ada yang soal pembayaran, soal tanah, dan lain-lain. Jadi harus dirapikan dulu,” ujar dia.

Disamping itu, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan penyesuaian mekanisme layanan bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat. “Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Ia menjelaskan penyesuaian dilakukan agar layanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim. Menurut dia, anak sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan puasa akan menerima makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka.

Sementara itu, sekolah di wilayah yang mayoritas tidak berpuasa tetap mendapatkan layanan MBG seperti hari biasa. Untuk kelompok balita, ibu hamil dan ibu menyusui, pemerintah memastikan layanan MBG tetap diberikan secara normal selama bulan Ramadhan. “Sekolah yang non-Muslim (distribusi MBG) seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa,” ujar dia. Zulhas menambahkan layanan MBG di pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi, yakni digeser ke sore hari untuk konsumsi saat berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan skema Ramadhan tersebut telah disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah. Menurut dia, menu yang disiapkan tetap memperhatikan kecukupan gizi meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering. “Untuk anak sekolah yang puasa, dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka,” ungkap Dadan.

Pemerintah menegaskan penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga akhir Januari 2026 Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut dilayani oleh 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Program MBG juga tercatat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah mencatat sebanyak 924.424 tenaga kerja langsung terlibat di SPPG, didukung 68.551 pemasok bahan pangan serta 21.413 mitra usaha, yang sebagian besar berasal dari pelaku UMKM lokal.

Pemerintah menilai keberlanjutan pelaksanaan MBG selama Ramadhan penting untuk menjaga konsistensi pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memastikan dampak ekonomi program tetap berjalan di tingkat daerah.

Exit mobile version