Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
UMKM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, dengan potensi transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengungkapkan bahwa keberadaan toko ritel seperti yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian jutaan keluarga Indonesia.
“Selama 18 tahun, SRC hadir sebagai program strategis dan krusial. SRC tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menghubungkan pengusaha UMKM dengan ekosistem digital untuk memperluas peluang pasar,” ujar Riza.
Berdasarkan data PT HM Sampoerna, lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia telah bergabung dalam SRC, didukung oleh 6.300 mitra yang tergabung dalam 10.000 paguyuban. Jaringan toko ini mencatat omzet lebih dari Rp236 triliun per tahun, atau meningkat sekitar 42 persen sejak bergabung dengan SRC. Riza menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pemberdayaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar pengusaha UMKM semakin berdaya saing.
Riza menambahkan, keterlibatan toko ritel SRC turut berkontribusi menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat. Data menunjukkan, 77 persen toko SRC berhasil menambah jenis usaha, sementara 51 persen di antaranya menyerap tenaga kerja, sehingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar.
Adapun untuk memperkuat kemandirian pengusaha UMKM dan toko ritel, Kementerian UMKM terus menjalankan sejumlah program strategis, antara lain integrasi satu data melalui SAPA UMKM, penguatan ekosistem kewirausahaan lewat Entrepreneur Hub, formalisasi usaha melalui perizinan dan sertifikasi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta perluasan akses pasar melalui jaringan kemitraan dan pemanfaatan infrastruktur publik.
“Kami mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmen dan kontribusinya dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Kepada seluruh Mitra SRC dan pengusaha toko kelontong sebagai pahlawan ekonomi bangsa, teruslah berkarya, belajar, dan berkolaborasi dengan semangat kebersamaan,” ungkap Riza.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa komunitas ritel seperti SRC memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dengan nilai aktivitas ekonomi mencapai Rp23.000 triliun. Sebanyak 250.000 toko ritel yang tergabung dalam SRC juga disebut mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja serta menghidupi 4 juta keluarga, sehingga berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ekonomi Indonesia tetap resilien karena peran toko ritel. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor ritel sebagai bagian dari pemerataan ekonomi,” kata Airlangga.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menambahkan toko ritel berperan penting dalam memperkuat pengusaha UMKM dan ekonomi nasional melalui pendampingan yang konsisten dan adaptif, mencakup penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, serta literasi digital yang terintegrasi.
“Dampak positif juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem terintegrasi, mulai dari penguatan akses pangan, layanan keuangan, logistik, hingga konektivitas digital,” ujar Ivan.
Disisi lain untuk mendorong sektor UMKM, berkolaborasi dengan berbagai sektor untuk memperluas jangkauan pasar pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu penting. Salah satunya, dengan bersinergi dengan platform niaga elektronik (e-commerce).
“Kami terus mendukung pelaku usaha lokal mengembangkan usahanya. Untuk memperluas jangkauan pasar dan mendorong ekspor, perlu dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan pada 2025, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki program digitalisasi, antara lain per Juli 2025, sebanyak 6.115 pasar rakyat dan 317.429 pedagang pasar rakyat telah terdigitalisasi.