Newsletter Subscribe
Enter your email address below and subscribe to our newsletter
Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Nasional – Menteri Koperasi Ferry Juliantono yakin Kopdes Merah Putih menjadi solusi ampuh hadang ekspansi ritel modern, kembalikan perputaran uang desa ke tangan warga.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan menjadi benteng ekonomi rakyat yang kokoh. Pernyataan ini disampaikan saat Konsolidasi Kopdes Merah Putih di Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (01/11). Inisiatif ini digulirkan untuk menghadapi derasnya ekspansi ritel modern yang kini menjangkau hingga pelosok pedesaan.
Menurut Ferry, kehadiran ritel modern di desa-desa telah menyebabkan perputaran uang tidak lagi dinikmati oleh masyarakat setempat. Hal ini menciptakan ketimpangan ekonomi yang merugikan warga desa. Oleh karena itu, Kopdes Merah Putih hadir sebagai solusi strategis untuk mengembalikan kendali ekonomi ke tangan warga.
Program ini merupakan bagian integral dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan kedaulatan ekonomi desa berbasis koperasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa kesejahteraan ekonomi desa dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi pilar utama kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Kopdes Merah Putih: Solusi Kedaulatan Ekonomi Desa
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyoroti dampak negatif ekspansi ritel modern yang telah merambah hingga pelosok desa. Ia menjelaskan bahwa perputaran uang yang seharusnya menguntungkan warga desa justru beralih ke pihak luar. “Sekarang ini banyak ritel modern yang masuk sampai pelosok-pelosok. Uang berputar di desa tapi tidak untuk warga desa. Berbeda kalau koperasi desa yang mengelola gerai sembako, uangnya kembali ke warga desa,” kata Ferry.
Koperasi desa, menurut Ferry, adalah satu-satunya lembaga ekonomi rakyat yang mampu melawan ketimpangan dan kecurangan pasar. Melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat desa memiliki platform untuk mengelola sumber daya ekonomi mereka sendiri. Ini akan memastikan bahwa keuntungan dari aktivitas ekonomi tetap berada di lingkungan desa, meningkatkan kesejahteraan kolektif.
Program 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih ini merupakan implementasi nyata dari amanat Pasal 33 UUD 1945. Kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membangun kedaulatan ekonomi desa yang kuat berbasis koperasi. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan merata di seluruh wilayah pedesaan Indonesia.
Empat Pilar Utama Penguat Kemandirian Desa
Dalam rangka mencapai kemandirian ekonomi, setiap Kopdes Merah Putih diwajibkan memiliki empat fasilitas utama yang strategis. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi desa dari berbagai sektor. Keempat pilar ini diharapkan mampu menjadi penopang utama bagi keberlanjutan ekonomi desa di masa mendatang.
Fasilitas pertama adalah gerai sembako, yang berfungsi mencegah penguasaan pasar oleh ritel modern dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok. Kedua, apotek atau klinik desa menjamin akses kesehatan yang terjangkau bagi warga. Ketiga, gudang berperan penting dalam menjaga kualitas hasil panen dan stabilitas harga komoditas lokal.
Pilar keempat adalah kendaraan logistik, yang berfungsi memperlancar distribusi barang dan hasil produksi desa ke pasar. Ferry menegaskan, “Gerai sembako mencegah penguasaan pasar oleh ritel modern, apotek dan klinik menjamin akses kesehatan terjangkau, gudang menjaga kualitas hasil panen, dan kendaraan memperlancar logistik.” Keempat fasilitas ini secara sinergis akan mengatasi tekanan pasar dan ketimpangan akses layanan dasar di desa.
Target dan Dukungan Pemerintah untuk Kopdes Merah Putih
Kementerian Koperasi mencatat progres signifikan dalam pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 82.320 Kopdes/Kel Merah Putih telah berdiri, dengan ratusan di antaranya sudah aktif beroperasi. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat desa dalam program ini.
Pemerintah menargetkan seluruh koperasi desa ini dapat mulai beroperasi penuh pada Maret 2026. Target ini akan dicapai melalui percepatan pembangunan gerai dan gudang yang menjadi fasilitas esensial. Dukungan finansial juga disiapkan untuk memastikan kelancaran operasional dan pengembangan infrastruktur koperasi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah akan menyalurkan pembiayaan hingga Rp3 miliar per koperasi. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan fisik fasilitas dan modal kerja yang diperlukan. Ferry berharap, seluruh pihak dapat mendukung cita-cita besar Presiden Prabowo untuk mengembalikan arah ekonomi nasional ke jalur ekonomi Pancasila.
Dengan adanya Kopdes Merah Putih, Menteri Koperasi optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen dapat tercapai. Koperasi dianggap sebagai instrumen vital untuk membatasi praktik ekonomi yang hanya menjadikan masyarakat desa sebagai objek. Ini adalah langkah strategis menuju pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di seluruh pelosok negeri.
Antara